Hari Kedua AITF Komdigi x FILKOM UB, Tim SR Paparkan Progres Proyek

Jumat 17-04-2026,15:34 WIB
Reporter : Nola S & Shalum Ivo A
Editor : Mohammad Khakim

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Hari kedua  Workshop 2 Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) di Auditorium Fakultas Ilmu Komunikasi (Filkom) UB berfokus pada presentasi tim kategori SR (Smart Region). 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) selama du hari, 16-17 April 2026.

BACA JUGA:Lagi, Mahasiswi FIB UB Lolos Google Student Ambassador 2026, Torehkan Prestasi Internasional

AITF merupakan bagian dari program pengembangan talenta digital yang melibatkan kolaborasi tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Gadjah Mada.

Workshop ini menghadirkan berbagai kegiatan, mulai presentasi progres proyek mahasiswa, diskusi bersama mentor, hingga sesi expert lecture dari praktisi Komdigi. Para peserta yang tergabung dalam beberapa tim memaparkan perkembangan proyek berbasis kecerdasan buatan yang tengah mereka kembangkan.

BACA JUGA:Jelang Ujian, MIN 2 Kota Malang Perkuat Mental Siswa: Fokus Percaya Diri dan Kesiapan Spiritual

Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan presentasi ini bertujuan mengevaluasi capaian tim. “Tadi presentasi sekitar progres selama pekerjaan sampai tahap sekarang ini. Terus sama kendala dan solusi, rencana pengerjaan seterusnya di kemudian hari. Lalu dikomentari oleh  kakak pembimbing dan Pak Mirza” ujar Jeremy, salah satu anggota kelompok SR, mahasiswa Teknik Komputer, Jumat (17/4/2024).

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 10 tim yang terbagi ke dalam dua kategori proyek. Yakni 4 MKN dan 6 SR, dengan fokus pengembangan yang berbeda. Presentasi yang dilakukan tidak hanya mendapatkan tanggapan teknis, tetapi juga masukan strategis dari para mentor dan pakar di bidang AI.

Dalam sesi diskusi, para mentor memberikan arahan teknis terkait pengolahan data, pemodelan AI, hingga validasi hasil. Salah satu pembahasan menyoroti pentingnya kualitas data dalam pelatihan model, termasuk proses data cleaning, labeling, dan penanganan data yang tidak seimbang (imbalanced data).

Selain itu, peserta juga didorong untuk mempertimbangkan efisiensi model, seperti penggunaan arsitektur yang lebih ringan untuk kebutuhan deteksi real-time.

BACA JUGA:UNISMA Kantongi Hibah Internasional KONEKSI, Kembangkan Model Pendidikan Inklusif di Lombok Utara

Tak hanya itu, tim lain juga memaparkan proyek pengembangan large language model (LLM) berbasis data pendidikan di Indonesia. Mereka melakukan proses crawling dari berbagai sumber seperti portal berita, e-book, hingga bank soal, dengan target ratusan juta token data.

Proses ini menghadapi tantangan berupa waktu pengambilan data yang panjang serta tingginya noise yang harus dibersihkan sebelum digunakan sebagai dataset pelatihan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teori kecerdasan buatan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam proyek nyata yang berdampak. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan mahasiswa menjadi kunci dalam mencetak talenta digital yang siap menghadapi tantangan industri di masa depan.

”Kalau dari saya mungkin setelah ikutin workshop yang saat ini bisa memaparkan progres selama ini, bisa tahu juga progres tim-tim lain, temen-temen lain, sama melanjutkan pengerjaan proyek kami aja," ujar Nathan, mahasiswa prodi Teknik Komputer dari kelompok SR 3.

Kategori :