Petani Cabai Malang Panen Melimpah, Harga Tetap Tinggi Distribusi Jadi Sorotan

Kamis 16-04-2026,11:12 WIB
Reporter : Abdul Halim
Editor : Abdul Halim

KEDUNGKANDANG, DISWAYMALANG.ID–Petani cabai di Kota Malang mencatat hasil panen yang melimpah, namun kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap penurunan harga di tingkat konsumen.

Panen cabai yang dilakukan di lahan milik petani Kelompok Tani Sido Makmur Satu, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kamis (16/4), menunjukkan produktivitas yang cukup tinggi. Dalam satu siklus, lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi mampu menghasilkan hingga 6 ton cabai.

BACA JUGA:Ungkap Sindikat Pencurian Perangkat Telekomunikasi, Satreskrim Polres Batu Raih Penghargaan dari Telkomsel

Tanaman cabai yang baru berusia empat bulan tersebut bahkan berpotensi dipanen hingga 15 kali dalam setahun. Menandakan kapasitas produksi petani lokal masih cukup kuat untuk menopang kebutuhan pasar.

Namun di sisi lain, harga cabai di pasaran masih bertahan tinggi, menembus di atas Rp100 ribu per kilogram. Kondisi ini tidak sebanding dengan harga di tingkat petani yang hanya berkisar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengakui adanya ketimpangan harga tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan menelusuri rantai distribusi yang diduga menjadi penyebab utama selisih harga.

“Produksi petani sebenarnya cukup baik. Tapi ada selisih harga yang cukup tinggi antara petani dan pasar, ini yang akan kita telusuri,” ujarnya.

BACA JUGA:Cuaca Malang Raya 16 April, 25 Kecamatan Cerah, 10 Udara Kabur, 4 Hujan Ringan, Jatim Masih Level Waspada

Kondisi ini menempatkan petani sebagai aktor kunci dalam pengendalian inflasi daerah, khususnya dari sektor hortikultura. Stabilitas produksi dinilai sudah terjaga, namun belum diikuti sistem distribusi yang efisien.

Untuk memperkuat peran petani, Pemerintah Kota Malang juga menyalurkan bantuan sarana produksi (saprodi) kepada 12 kelompok tani. Bantuan ini diharapkan mampu menjaga konsistensi hasil panen sekaligus meningkatkan produktivitas.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, menyebut dukungan tersebut penting agar petani tetap mampu berproduksi secara optimal di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

“Petani kita punya potensi besar. Dengan dukungan ini, kami ingin memastikan produksi tetap stabil,” katanya.

BACA JUGA:Tiket Tetap Ludes, Loyalitas Fans RRQ Hoshi Tak Goyah meski Performa Belum Maksimal

Meski produksi dalam kondisi aman, persoalan harga yang belum terkendali menunjukkan adanya persoalan struktural di luar sektor hulu.

Pemkot Malang kini menaruh perhatian pada rantai distribusi, termasuk kemungkinan peran distributor dan pasar induk dalam menentukan harga akhir.

Tags :
Kategori :

Terkait