Semeru Masih Siaga Level III, Erupsi Berlanjut: Warga Dilarang Masuk Radius 13 Km

Sabtu 11-04-2026,14:17 WIB
Reporter : Abdul Halim
Editor : Abdul Halim

KARANGLO, DISWAYMALANG.ID – Aktivitas Gunung Semeru hingga Sabtu (11/4) masih berada pada Level III (Siaga). Status ini menegaskan ancaman erupsi belum mereda dan potensi bahaya masih tinggi.

Pemantauan intensif terus dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui pos pengamatan resmi. Data aktivitas vulkanik menjadi dasar penentuan status sekaligus rekomendasi keselamatan bagi masyarakat.

BACA JUGA:Kuota Magang Nasional 2026 Diusulkan Naik Jadi 150 Ribu Peserta, Tapi Masih Tunggu Kepastian

Sebelumnya, Semeru kembali mengalami erupsi pada Jumat pagi. Kolom abu teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak dengan arah sebaran menuju utara.

“Erupsi masih berlangsung saat laporan ini dibuat,” ujar Sadono Irawan mengutip laporan resmi PVMBG.

Hasil pemantauan menunjukkan aktivitas gunung masih fluktuatif. Alat seismograf mencatat amplitudo maksimum hingga 21 mm dengan durasi erupsi lebih dari satu menit.

Data tersebut mengindikasikan tekanan magma di dalam gunung masih aktif dan berpotensi memicu erupsi lanjutan sewaktu-waktu.

BACA JUGA:Galaxy A37 5G Andalkan Nightography untuk Konten Makin Awesome Seharian, Didukung AI Unggulan dan Baterai Awet

Pemerintah menetapkan zona rawan yang wajib dihindari. Wilayah tenggara di sepanjang Besuk Kobokan menjadi area paling berisiko.

Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga juga diminta tidak mendekati radius 5 kilometer dari kawah aktif.

Warga di sekitar aliran sungai juga diminta menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai untuk menghindari potensi bahaya.

BACA JUGA:Ilmu Hukum Jadi Prodi Terfavorit di SNBP UB 2026

Risiko awan panas guguran masih tinggi, terutama di jalur aliran Besuk Kobokan. Sementara itu, potensi lahar hujan diperkirakan bisa menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

Beberapa sungai yang masuk kategori rawan antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

“Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena potensi bahaya bisa terjadi tanpa tanda awal yang jelas,” tegas Sadono.

Tags :
Kategori :

Terkait