SUKUN, DISWAYMALANG.ID–Uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di MIN 2 Kota Malang menunjukkan hasil awal positif. Siswa menilai menu lebih hangat, variatif, dan porsi bisa disesuaikan, namun berdampak pada kebutuhan penyesuaian jam belajar.
Uji coba tersebut dipantau langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, di sekolah yang berlokasi di Kecamatan Sukun, Kamis (2/4).
Hasil evaluasi awal menunjukkan sistem prasmanan memberikan peningkatan kualitas penyajian makanan.
Siswa mendapatkan menu lebih hangat, pilihan makanan lebih beragam dan porsi yang bisa disesuaikan.
BACA JUGA:Kepala Dindik Kota Batu Imbau Masyarakat Kontrol Gadget Anak
“Menunya lebih hangat, variasinya lengkap, dan porsinya bisa menyesuaikan kebutuhan siswa,” ujar Wahyu Hidayat.
Salah satu siswa kelas VI MIN 2 Kota Malang, Afizzah (12), mengaku lebih menyukai sistem prasmanan dibanding sebelumnya.
“Lebih enak karena makanannya masih hangat dan bisa pilih sendiri. Jadi bisa ambil sesuai yang saya suka,” ujarnya.
Komposisi makanan juga dinilai lebih seimbang, mencakup karbohidrat, protein, sayur, buah, hingga susu.
Di sisi lain, sistem prasmanan memerlukan waktu tambahan karena siswa harus antre saat mengambil makanan.
Kondisi ini berpotensi mengurangi waktu kegiatan belajar mengajar dan mendorong penyesuaian jadwal sekolah.
BACA JUGA:D'kopi Sabin Padukan Taman Rekreasi dan Kafe
“Perlu pengaturan kembali karena ada waktu antre dan makan yang cukup menyita jam pelajaran,” jelas Wahyu.