895 Wisatawan Asing Gunakan Kereta Api di Malang Raya saat Lebaran 2026, Naik 22 Persen

Rabu 01-04-2026,16:15 WIB
Reporter : Abdul Halim
Editor : Abdul Halim

BLIMBING, DISWAYMALANG.ID–Sebanyak 895 wisatawan mancanegara (WNA) tercatat menggunakan layanan kereta api di wilayah Malang Raya selama periode Angkutan Lebaran 11–31 Maret 2026.

Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menunjukkan angka tersebut meningkat 22 persen dibanding periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 yang mencapai 732 wisatawan asing.

Kenaikan ini mempertegas tren meningkatnya minat wisatawan mancanegara terhadap kereta api sebagai moda transportasi utama saat berkunjung ke Malang Raya.

BACA JUGA:Pembelian BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter per Hari per Mobil Pribadi, Berlaku mulai 1 April 2026!

Pergerakan wisatawan asing selama periode tersebut didominasi melalui sejumlah stasiun utama, dengan rincian:

  • Stasiun Malang: 767 wisatawan
  • Stasiun Malang Kota Lama: 74 wisatawan
  • Stasiun Lawang: 28 wisatawan
  • Stasiun Kepanjen: 25 wisatawan
  • Stasiun Sumberpucung: 1 wisatawan

Stasiun Malang menjadi pintu masuk utama dengan kontribusi terbesar, sekaligus memperkuat posisinya sebagai simpul transportasi strategis di kawasan Malang Raya.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyebut peningkatan ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan wisatawan asing terhadap layanan kereta api di Indonesia.

BACA JUGA:112 Tahun Kota Malang: Menuju Kota Berdaya Saing Global

“Kereta api semakin menjadi pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan andal bagi wisatawan mancanegara,” ujarnya.

KAI menilai tingginya minat wisatawan tidak lepas dari kemudahan akses dan integrasi antarmoda di stasiun-stasiun Malang Raya.

Seluruh stasiun utama telah terhubung dengan berbagai moda lanjutan, mulai dari angkutan kota, taksi, hingga transportasi berbasis aplikasi, sehingga memudahkan mobilitas wisatawan menuju destinasi wisata.

Selain itu, peningkatan layanan juga terus dilakukan, seperti digitalisasi pemesanan tiket, peningkatan kebersihan sarana dan penguatan layanan pelanggan.

BACA JUGA:Ini Desain Resmi Busana Khas Kota Malang: Terinspirasi Bupati Era 1898–1934

Meningkatnya mobilitas wisatawan asing ini turut berdampak pada pergerakan ekonomi di Malang Raya.

Sektor yang terdorong antara lain perhotelan, kuliner, transportasi lokal dan UMKM di sekitar stasiun serta destinasi wisata.

Tags :
Kategori :

Terkait