KLOJEN, DISWAYMALANG.ID–Percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Malang Raya resmi didorong pemerintah pusat sebagai solusi penanganan sekitar 1.000 ton sampah per hari, dengan target penuntasan paling lambat 2029.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, memastikan Malang Raya masuk dalam kawasan prioritas pengembangan fasilitas waste to energy.
BACA JUGA:8 Platform Digital Wajib Batasi Akses Anak! Konsekuensi Pemberlakuan PP TUNAS
“Malang Raya menjadi salah satu aglomerasi yang dipercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi,” ujarnya, Minggu (29/3), usai giat apel siaga gerakan Indonesia ASRI di Ijen Kota Malang
Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan pembangunan di kawasan Pakis, Kabupaten Malang seluas 4,6 hektare, dengan potensi pengembangan hingga 9 hektare.
Bupati Malang, M. Sanusi, menyebut proyek ini akan mengintegrasikan pengelolaan sampah dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu dalam satu sistem terpadu.
“Jika terealisasi, seluruh penanganan sampah di Malang Raya bisa terpusat di Pakis,” katanya.
Pembangunan ditargetkan mulai dalam waktu dekat setelah melalui tahapan verifikasi, dengan estimasi konstruksi selama 2–3 tahun dan masa operasional hingga 30 tahun.
Di sisi lain, capaian pengelolaan sampah di Kota Malang saat ini sudah mencapai 99 persen layanan pengangkutan. Namun, pemerintah menilai sistem tersebut belum cukup untuk menyelesaikan persoalan secara menyeluruh tanpa dukungan teknologi pengolahan modern.
Pemerintah pusat menegaskan penyelesaian persoalan sampah menjadi target nasional yang harus dituntaskan seluruh daerah sebelum 2029.
Selain pembangunan PLTSa, penguatan pemilahan sampah dari sumber juga menjadi langkah kunci untuk menekan beban pengolahan.
BACA JUGA:Dominasi Tanpa Ampun! EVOS dan ONIC Sapu Bersih, TLID Bungkam NAVI di Laga Penutup
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyebut upaya tersebut sudah mulai diperkuat melalui gerakan kebersihan rutin, termasuk di sekolah.