KLOJEN, DISWAYMALANG. ID–Pemerintah Kota Malang menyiapkan konsep peringatan Hari Jadi ke-112 yang menonjolkan nilai inklusivitas dan pelestarian budaya lokal. Sejumlah penampilan seni akan dihadirkan, mulai anak-anak berkebutuhan khusus hingga kesenian tradisional ludruk.
BACA JUGA:Arus Balik Lebih Merata, Jasa Marga Imbau Waspadai Kepadatan di Rest Area 28-29 Maret
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan peringatan tahun ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi panggung kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
BACA JUGA:Seorang Dokter Internship Meninggal Diduga Akibat Campak, Ini Langkah Kemenkes
“Kami ingin Hari Jadi Kota Malang ini menjadi ruang bagi semua, termasuk anak-anak spesial untuk tampil dan menunjukkan kemampuan mereka,” ujarnya, Sabtu (28/3).
Menurutnya, pelibatan anak berkebutuhan khusus menjadi simbol bahwa Kota Malang terus mendorong nilai inklusivitas dalam pembangunan sosial.
BACA JUGA:Selecta dan MikuTopia Hadirkan Ekosistem Wisata Terintegrasi di Kota Batu
Selain itu, kesenian ludruk juga akan menjadi bagian utama dalam rangkaian perayaan. Pemkot Malang menilai ludruk sebagai identitas budaya Jawa Timur yang harus terus dijaga keberlangsungannya.
“Kesenian ludruk akan kita tampilkan sebagai upaya melestarikan budaya lokal agar tetap dikenal generasi muda,” katanya.
BACA JUGA:Meluncur Fitur Baru WhatsApp: Chat Transfer dan Dual Account iPhone, Juga AI Canggih
Pemkot Malang juga menargetkan peringatan HUT ke-112 ini mampu menjadi momentum penguatan jati diri kota, tidak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga nilai budaya dan sosial.
Melalui konsep tersebut, perayaan Hari Jadi Kota Malang diharapkan tidak hanya meriah, tetapi juga memperkuat pesan inklusivitas serta kecintaan terhadap budaya lokal di tengah masyarakat.