CIKAMPEK, DISWAYMALANG.ID–Program diskon tarif tol 30 persen hingga pengaturan kerja Work From Anywhere (WFA) cukup berhasil. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat tren arus balik Lebaran Idulfitri 1447H/2026 cenderung tersebar dan tidak menumpuk pada satu tanggal tertentu.
Data per Jumat, 27 Maret 2026, sebanyak 2,36 juta kendaraan atau sekitar 69,45% dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan tercatat telah kembali masuk ke wilayah Jabotabek melalui empat gerbang tol (GT) utama.
BACA JUGA:Kembali Berlaku One Way KM 132–70 di Tol Trans Jawa karena Arus Balik Padat
Berdasarkan data kumulatif dari GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama/Japek II Selatan, GT Cikupa, dan GT Ciawi, volume lalu lintas tertinggi sejauh ini terjadi pada 24 Maret 2026 dengan total 256.338 kendaraan melintas.
Namun, angka tersebut melandai pada hari-hari berikutnya, yakni 206.243 kendaraan pada 25 Maret dan 192.122 kendaraan pada 26 Maret.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa meskipun arus cenderung tersebar, potensi peningkatan volume kendaraan tetap diantisipasi pada akhir pekan ini, yakni pada tanggal 28-29 Maret 2026. Lonjakan tersebut diprediksi akan berdampak signifikan pada kepadatan di sejumlah titik istirahat (rest area).
BACA JUGA:H+5 Lebaran, Arus Balik Memuncak: Ribuan Kendaraan Tinggalkan Malang via Tol Pandaan
"Sejumlah rest area di Jalan Tol Trans Jawa arah Jakarta berpotensi mengalami kepadatan, khususnya di KM 229B dan KM 208B Ruas Palikanci serta KM 164B Ruas Cipali. Kami imbau pengguna jalan mengatur pola perjalanan dengan memanfaatkan rest area alternatif sebelum atau sesudah titik tersebut," ujar Rivan dalam konferensi pers di Command Center KM 29 PJR Korlantas Polri, Jumat kemarin.
Sebagai langkah antisipasi, Jasa Marga bersama Kepolisian akan memberlakukan skema buka-tutup di rest area KM 62B dan penutupan sementara di KM 52B Ruas Jakarta-Cikampek secara situasional. Selain itu, pemudik dari arah Bandung menuju Jakarta diarahkan menggunakan Tol Japek II Selatan secara fungsional guna mengurangi beban kepadatan di KM 66 Tol Jakarta-Cikampek.
BACA JUGA:Arus Balik 2026: Volume Kendaraan ke Kota Batu Turun 27%, Namun Puncak Harian Pecahkan Rekor
Rivan juga menekankan pentingnya penggunaan aplikasi Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas dan kapasitas rest area secara real time. Masyarakat diingatkan untuk memastikan kecukupan BBM, saldo uang elektronik, serta menjaga disiplin berkendara, terutama saat melintasi jalur one way.
"Pada jalur one way, lajur kanan dan bahu jalan tidak diperuntukkan untuk mendahului. Tetap gunakan lajur kiri apabila bergerak melambat demi keselamatan bersama," pungkasnya.