BATU, DISWAYMALANG.ID–Kepolisian Resor (Polres) Kota Batu bersama Polda Jawa Timur memastikan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Kota Wisata Batu tetap kondusif selama masa arus balik Lebaran 2026.
BACA JUGA:Sinergi dalam Tradisi: Ribuan ASN Pemkot Batu Gelar Halalbihalal di Hari Pertama Kerja
Meskipun secara akumulatif jumlah kendaraan yang masuk mengalami penurunan signifikan dibanding tahun lalu, petugas di lapangan tetap bersiaga penuh menghadapi lonjakan drastis yang terjadi pada fase akhir Operasi Ketupat.
BACA JUGA:Biar Nggak Bingung, Ini Urutan Cerita Danur Universe dari 'Asih' hingga 'Danur 4'
Pantauan Objek Wisata: Aman dan Terkendali
Karo Ops Polda Jatim Kombes Pol Nurhandono, menjelaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan bersama Kapolri untuk memastikan kesiapan personel di lapangan, khususnya di titik vital seperti area Ketapang dan destinasi wisata utama di Jawa Timur.
"Kami bersama Bapak Wali Kota dan Bapak Kapolres telah melaksanakan pengamanan serta pemantauan wilayah, terutama di objek wisata seperti Jatim Park 1, 2, dan 3. Sejauh ini situasi dilaporkan aman dan tidak ada kejadian menonjol," ujar Kombes Pol Nurhandono, Rabu (25/3).
Perbandingan Data: Tren Menurun, Beban Harian Meningkat
Berdasarkan data grafis Operasi Ketupat Semeru 2026 hingga hari ke-11, terdapat pergeseran pola perjalanan wisatawan dan pemudik yang cukup kontras dibandingkan tahun 2025:
Meskipun secara total menurun sebesar 27%, tahun 2026 mencatatkan lonjakan tajam di akhir periode. Jika pada 2025 arus cenderung stabil di angka 7.000–8.000 kendaraan, tahun ini volume kendaraan sempat melandai di bawah 1.000 unit pada hari ke-1 hingga ke-6, sebelum akhirnya "meledak" pada hari ke-11 dengan angka mencapai 14.516 kendaraan.
Strategi Lalu Lintas: Padat Lancar Tanpa Rekayasa Permanen
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberlakukan rekayasa lalu lintas atau contraflow secara permanen. Kepadatan di jalur utama, seperti Jalan Ir Soekarno, dinilai masih dalam batas terkendali dengan status "Padat Lancar".
"Kami belum melakukan rekayasa karena arus masih bisa dikendalikan. Namun, petugas tetap bersiaga untuk mengambil langkah diskresi jika terjadi lonjakan volume kendaraan yang sangat signifikan," tambah Nurhandono.
Penurunan total volume ini diduga dipengaruhi oleh efektivitas rekayasa regional dan perubahan pola mudik masyarakat. Meski begitu, petugas gabungan tetap disiagakan di jalur-jalur utama masuk Kota Batu mengingat beban jalan pada hari puncak tahun ini jauh lebih berat dibandingkan tahun lalu.