1 tahun disway

WFA dan Belajar Daring di Kota Batu: Pemkot Masih ‘Wait and See’ Arahan Pusat

WFA dan Belajar Daring di Kota Batu: Pemkot Masih ‘Wait and See’ Arahan Pusat

Wali Kota Batu saat bersilaturahm--

BATU, DISWAYMALANG.ID–Teka-teki mengenai penerapan sistem kerja Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pembelajaran daring bagi siswa di Kota Batu pasca-libur Lebaran mulai menemui titik terang. Hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memilih untuk bersikap hati-hati dan tidak terburu-buru mengambil keputusan.

BACA JUGA:Arus Balik 2026: Volume Kendaraan ke Kota Batu Turun 27%, Namun Puncak Harian Pecahkan Rekor

​Wali Kota Batu Nurochman menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan kajian mendalam sekaligus menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah kebijakan tersebut bersifat instruksi wajib atau sekadar pilihan (opsional).

BACA JUGA:Aurelie Moeremans Umumkan Adaptasi Film untuk Memoar Broken Strings

​Pria yang akrab disapa Cak Nur ini menjelaskan bahwa situasi di Kota Batu memiliki karakteristik unik dibandingkan kota-kota besar lainnya yang terdampak parah oleh kemacetan arus balik.

BACA JUGA:Biar Nggak Bingung, Ini Urutan Cerita Danur Universe dari 'Asih' hingga 'Danur 4'

​“Kami masih menunggu arahan pusat. Namun, sesungguhnya daerah itu kan mungkin tidak terlalu terdampak (kemacetan parah) karena jaraknya pendek. Itu yang kami analisa, apakah ketentuan WFA dan WFH itu bersifat opsional atau perintah,” ujar Cak Nur kepada awak media, Rabu (25/3) siang.

BACA JUGA:Biar Nggak Bingung, Ini Urutan Cerita Danur Universe dari 'Asih' hingga 'Danur 4'

​Meski masih menunggu, Pemkot Batu memastikan kesiapannya jika aturan tersebut harus diterapkan secara mendadak. Berikut adalah skenario yang disiapkan:

  • ​Jika Wajib: Pemkot segera menyesuaikan jadwal dan mekanisme kerja pegawai agar tetap sinkron dengan aturan nasional.
  • ​Jika Opsional: Kebijakan akan diatur secara internal dengan mempertimbangkan kebutuhan riil di lapangan tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.

​Tak hanya soal ASN, nasib para pelajar terkait kemungkinan kembali ke sistem daring juga menjadi perhatian. Pemkot Batu berencana duduk bersama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk membedah urgensi pembelajaran dari rumah.

​“Untuk sekolahan, nanti kita akan diskusikan dengan MKKS. Kita lihat dulu seberapa mendesak kondisinya,” tambah Wali Kota.

​Sejauh ini, masyarakat Kota Batu tidak perlu khawatir akan terganggunya urusan administrasi. Pemkot berkomitmen agar seluruh layanan publik tetap berjalan normal dan efektif sembari memantau perkembangan regulasi dari level yang lebih tinggi.

​Keputusan final diharapkan dapat segera keluar guna memberikan kepastian bagi ribuan tenaga pendidik, siswa, serta abdi negara di lingkungan Pemkot Batu.

Sumber: