SUKUN, DISWAYMALANG.ID–Di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah akibat memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara tetap aman dan terkendali.
Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, ketahanan stok BBM di wilayah tersebut saat ini berada pada level yang aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
BACA JUGA:Pemudik Wajib Tahu! 9 Helm Aman-Nyaman yang Cocok untuk Perjalanan Jauh
“Ketahanan stok BBM khususnya di wilayah Jatimbalinus dipastikan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang momen Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya di Malang, Sabtu (7/3).
Ia menjelaskan, ketersediaan pasokan BBM terus diperkuat melalui distribusi rutin dan terjadwal. Selain itu, Pertamina juga melakukan pola build up stok atau penambahan cadangan BBM yang telah disiapkan sejak menjelang Ramadan.
Menurut Ahad, pihaknya juga terus memantau perkembangan situasi global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi, termasuk dampak dari dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.
BACA JUGA:Kalah di Kandang 4-3 dari Bali United, Marcos Santos Evaluasi Performa Pemain Arema FC
Untuk menjaga kelancaran distribusi energi, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga memperkuat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan dalam proses distribusi BBM di lapangan.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, Pertamina telah menerapkan metode RAE (Regular, Alternative, Emergency) dalam pengelolaan rantai pasok dan distribusi BBM. Skema tersebut memungkinkan perusahaan menyiapkan jalur distribusi alternatif hingga langkah darurat apabila terjadi gangguan pasokan.
BACA JUGA:Pentingnya Posisi Pasar sebagai Jantung Ekonomi Rakyat di Kota Batu.
“Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan untuk memastikan ketahanan pasokan tetap terjaga, dengan tetap memprioritaskan keselamatan pekerja, keamanan aset, serta keberlangsungan operasional,” jelasnya.
Selain itu, Pertamina juga menyiapkan langkah khusus menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Ramadan hingga Idulfitri. Salah satunya dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri yang akan mulai bertugas pada 9 Maret 2026.
Satgas tersebut bertugas memastikan kesiapan infrastruktur energi, ketersediaan pasokan BBM, serta layanan distribusi selama periode mudik dan perayaan Idulfitri.
“Satgas ini akan memastikan kesiapan infrastruktur, suplai, serta layanan energi bagi masyarakat selama periode Ramadan hingga Idulfitri,” tambah Ahad.
BACA JUGA:Wawali Heli Suyanto Bakar Semangat Polisi Cilik Polres Batu