1 tahun disway

Indonesia Peringkat Kedua Dunia, Kemenkes Ingatkan Kewaspadaan Campak Jelang Mudik Lebaran

Indonesia Peringkat Kedua Dunia, Kemenkes Ingatkan Kewaspadaan Campak Jelang Mudik Lebaran

Kasus campak di Indonesia tertinggi kedua tingkat dunia, Kemenkes imbau kewaspadaan penularan saat Lebaran--iStock

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran 2026.

Mobilitas massa yang masif dan potensi kerumunan di titik-titik transportasi dinilai menjadi faktor risiko utama yang dapat mempercepat penyebaran penyakit ini, terutama bagi anak-anak yang belum memiliki kekebalan tubuh sempurna.

Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat posisi Indonesia dalam peta kesehatan global. Saat ini, Indonesia menduduki peringkat kedua dunia untuk kasus campak, sebuah fakta yang menunjukkan bahwa cakupan imunisasi dasar masih perlu digenjot secara nasional.

BACA JUGA:GP Australia 2026: George Russell Menang Dramatis, Mercedes Finis 1-2, Srategi Sekali Pit Stop Ferrari Gagal

Pemerintah meminta orang tua memastikan status imunisasi anak-anak mereka sebelum melakukan perjalanan ke kampung halaman.

Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI dr Andi Saguni menjelaskan, pemerintah terus melakukan respons cepat di titik-titik yang terdeteksi mengalami kenaikan kasus.

“Tren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mulai menurun sepanjang Februari 2026. Hingga minggu ke-8 tahun ini tercatat lebih dari sepuluh ribu suspek campak. Pemerintah terus melakukan respons cepat untuk mencegah penularan yang lebih luas,” ujar dr Andi Saguni, dikutip dari laman resmi Kemenkes, Minggu (8/3/2026).

BACA JUGA:Tersedia 17 Bus dan 2 Kapal! Pendaftaran Offline Mudik Gratis Jatim 2026 Resmi Dibuka

Data Kasus dan Sebaran Wilayah di Indonesia

Hingga minggu kedelapan tahun 2026, data Kemenkes menunjukkan situasi yang cukup mengkhawatirkan dengan rincian sebagai berikut:

  • Jumlah Kasus: Tercatat 10.453 suspek campak, dengan 8.372 kasus terkonfirmasi dan 6 kematian.
  • Kejadian Luar Biasa (KLB): Terdapat 45 KLB campak yang tersebar di 29 kabupaten/kota.
  • Wilayah Terdampak: Sebanyak 11 provinsi berada dalam radar pengawasan ketat, meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Gejala dan Kecepatan Penularan yang Melebihi Covid-19


Campak menyerang anak-anak. -siloam hospital--

Campak bukanlah sekadar ruam biasa. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang sangat menular melalui percikan droplet saat bersin, batuk, atau melalui udara (airborne).

BACA JUGA:Rudal Jenis Baru Ditembakkan Iran ke Israel dan Pangkalan AS, Mulai Rudal Kheibar, Fattah, dan Khorramshahr

Sumber: kemenkes