MALANG, DISWAYMALANG.ID-Bulan Ramadan identik dengan momen berbuka puasa yang dinanti-nanti. Setelah seharian menahan lapar dan haus, tak sedikit orang yang langsung “membalas” dengan berbagai hidangan lezat saat azan Maghrib berkumandang. Salah satu menu yang hampir tak pernah absen di meja berbuka adalah gorengan—mulai bakwan, tahu isi, risol, hingga tempe mendoan.
Namun, di balik kenikmatannya, kebiasaan mengonsumsi gorengan dalam jumlah berlebihan saat berbuka puasa ternyata menyimpan sejumlah risiko bagi kesehatan tubuh.
Pencernaan “Kaget” Setelah Seharian Kosong
Setelah kurang lebih 13 jam berpuasa, sistem pencernaan berada dalam kondisi istirahat. Ketika makanan pertama yang masuk adalah gorengan yang tinggi lemak dan minyak, lambung dipaksa bekerja ekstra keras untuk mencernanya. Hal ini dapat memicu rasa begah, perut kembung, hingga mual.
Alih-alih mengembalikan energi secara optimal, makanan berminyak justru memperlambat proses pengosongan lambung. Akibatnya, tubuh terasa cepat kenyang namun lemas, bahkan mengantuk setelah berbuka.
BACA JUGA:Simak! 9 Tips Jalani Puasa Tanpa Maag Kambuh agar Tetap Nyaman dan Lancar selama Ramadan.
Lonjakan Kolesterol dan Risiko Penyakit
Gorengan umumnya digoreng dengan minyak yang digunakan berulang kali. Minyak seperti ini berpotensi mengandung lemak trans yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.
Jika dikonsumsi secara terus-menerus selama Ramadan, kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti:
- Kolesterol tinggi
- Tekanan darah tinggi
- Penyakit jantung
- Gangguan pembuluh darah
Dalam jangka panjang, pola makan tinggi lemak jenuh saat berbuka juga berkontribusi pada kenaikan berat badan yang tidak sehat.
Gula Darah Tidak Stabil
Banyak orang mengombinasikan gorengan dengan minuman manis seperti teh atau sirup saat berbuka. Kombinasi lemak tinggi dan gula sederhana ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara tiba-tiba.
Ketika gula darah naik drastis lalu turun dengan cepat, tubuh akan merasa kembali lapar dalam waktu singkat. Hal ini memicu keinginan makan berlebih setelahnya, terutama saat makan malam atau sahur.
BACA JUGA:Podcast Login Restart Hadir di Ramadan 2026, Habib Jafar Gandeng Tretan Muslim dan Mamat Alkatiri
Alternatif Berbuka yang Lebih Sehat
Bukan berarti gorengan harus dihindari sepenuhnya. Namun, penting untuk membatasi jumlah konsumsinya. Sebagai langkah awal, dahulukan makanan yang lebih ringan dan mudah dicerna seperti:
- Air putih
- Kurma
- Buah-buahan segar
- Sup hangat
Setelah itu, barulah mengonsumsi makanan utama dalam porsi seimbang. Jika tetap ingin menikmati gorengan, cukup satu hingga dua potong saja sebagai pelengkap, bukan menu utama.
Ramadan adalah momentum untuk melatih pengendalian diri, termasuk dalam hal pola makan. Dengan memilih menu berbuka yang lebih sehat dan tidak berlebihan, tubuh dapat tetap bugar menjalani ibadah hingga akhir bulan suci.
BACA JUGA:Cara Merapatkan Shaf atau Barisan Salat Berjemaah sesuai Tuntunan Rasulullah