JAKARTA, DISWAYMALANG.ID–Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan instruksi tegas terkait komposisi menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan. Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah larangan menyajikan menu dengan rasa pedas yang menonjol bagi para siswa.
Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi fisik siswa tetap prima saat menjalankan ibadah puasa sekaligus menjaga standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang telah ditetapkan.
BACA JUGA:Klaim Hasil Efisiensi APBN! Prabowo Bantah MBG Boros Anggaran saat Pidato di Forum Bisnis AS
Fariz Alaudin selaku kepala Mitra SPPG Dapoer Rahayu menjelaskan, pembatasan rasa pedas ini berlaku baik untuk menu kering dalam paket bundling maupun menu basah yang didistribusikan harian.
"Artinya menu pedas ini harus sesuai standar AKG anak sekolah. Jadi memang tidak boleh ada rasa pedas yang terlalu menonjol. Kami akan terus berkonsultasi dengan ahli gizi untuk memastikan ini," ujar Fariz dikutip dari Disway.id, Senin 23 Februari 2026.
Selain soal rasa, Fariz juga memaparkan teknis distribusi selama masa libur Idul Fitri. Ia menyebutkan bahwa sistem bundling atau pengemasan paket untuk beberapa hari diperbolehkan dengan batas maksimum tiga hari.
Untuk menyiasati libur panjang lebaran, SPPG telah menyiapkan skema "rapelan" satu minggu. Artinya, pasokan makanan bisa dikirimkan sekaligus sebelum libur dimulai atau sesaat setelah siswa kembali masuk sekolah pasca-Idul Fitri.
"Untuk liburan menjelang Idul Fitri, itu bisa dikirimkan dalam bentuk rapelan satu minggu. Bisa sebelum maupun pasca sesudah Idul Fitri pada saat anak sekolah masuk," jelasnya.
BACA JUGA:Negara Meksiko Lumpuh oleh Gelombang Kekerasan usai Bos Kartel El Mencho Tewas dalam Operasi Militer
Meski sistem bundling memberikan kemudahan distribusi, Fariz menegaskan bahwa sistem ini tidak boleh dilakukan terus-menerus selama Ramadan, terutama bagi sekolah yang tetap mengadakan kegiatan belajar mengajar.
BGN mendorong adanya kolaborasi antara pengiriman harian dan sistem paket agar siswa tetap mendapatkan asupan yang segar dan bervariasi.
"Ada perintah terbaru bahwasanya tidak boleh dalam bulan Ramadan itu paket bundling terus. Karena anak sekolah tetap masuk, maka nanti akan dikolaborasikan dengan pengiriman tiap hari," pungkas Fariz.