Jadwal dan Link Streaming Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan Sore Ini

Selasa 17-02-2026,14:52 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 H pada Selasa sore ini, 17 Februari 2026, digelar Kementerian Agama (Kemenag) RI di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Acara bisa dipantau melalui berbagai kanal media sosial resmi pemerintah.

Acara dibagi menjadi tiga tahapan utama yang dimulai sejak sore hari:

  • Pukul 16.30 WIB: Seminar Posisi Hilal – Terbuka untuk umum via live streaming di kanal YouTube Bimas Islam TV, TikTok, dan Instagram Bimas Islam.
  • Pukul 18.30 WIB: Pelaksanaan Sidang Isbat – Dilaksanakan secara tertutup untuk perwakilan ormas Islam dan delegasi negara sahabat.
  • Pukul 19.05 WIB: Konferensi Pers Penetapan 1 Ramadan 1447 H – Disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kemenag RI dan media sosial Bimas Islam.

BACA JUGA:1 Ramadan Kemungkinan Besar Jatuh pada 19 Februari 2026, Indikasinya Hilal Sulit Terlihat karena di Bawah Ufuk

Link streaming Nonton Sidang Isbat dan Seminar Hilal

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, sidang isbat tetap menjadi mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah. Secara historis, sidang isbat selalu menjadi rujukan bangsa Indonesia dalam menentukan hari penting keagamaan.

BACA JUGA:Ramadan, Dunia, dan Kesadaran Bawah Sadar

“Kalau kita lihat sejarah bangsa Indonesia, memang sidang isbat selalu jadi faktor penentu lebaran dan puasa. Dalam dua tahun terakhir memang ada perkembangan dan perbedaan, tetapi kita berusaha menjadi media penyatu,” ujar Menag di Jakarta, Selasa, 17 Februari 2026.

Menag menjelaskan bahwa perbedaan metode antara ormas Islam merupakan bagian dari khazanah fikih. Sebagai perwakilan pemerintah, Kemenag perlu melakukan konfirmasi langsung melalui pemantauan hilal di 96 titik di seluruh Indonesia.

Kriteria MABIMS dan Tantangan Astronomis

Pemerintah Indonesia tetap berpegang pada kriteria forum Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang menetapkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Menurut Menag, kriteria ini lebih empiris untuk memastikan kepastian visibilitas hilal.

BACA JUGA:9 Rekomendasi Tempat Bukber Murah dan Cocok di Malang Raya

“Kalau kita lihat perhitungan teknologi saat ini, wujud hilal masih dalam posisi minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga 0 derajat 58 menit 47 detik. Jadi hampir mustahil bisa dirukyat,” jelas Menag. Selain faktor astronomis, kondisi cuaca juga menjadi tantangan yang dipertimbangkan secara cermat.

Menghadapi potensi perbedaan awal Ramadan, Menag mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan. Ia menekankan bahwa Indonesia telah berpengalaman menyatu di tengah perbedaan penetapan hari besar keagamaan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Saya berharap tidak ada perdebatan di masyarakat. Marilah kita hidup rukun di tengah perbedaan,” pungkasnya. Meskipun terdapat gagasan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), saat ini Indonesia tetap berpegang pada kesepakatan MABIMS sebagai dasar penetapan resmi.

BACA JUGA:Bau Mulut saat Puasa Ramadan 2026, Ini 9 Tips untuk Mencegahnya

Tags :
Kategori :

Terkait