Parfarome Academy Edukasi UMKM Malang Teknik Racik Parfum Profesional: Wangi Premium, Aman bagi Kulit

Sabtu 14-02-2026,14:42 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Industri wewangian tanah air kini bukan lagi sekadar pelengkap gaya hidup, namun menjadi roda ekonomi yang menggerakkan ribuan UMKM. Di balik semerbak wangi mewah yang terjangkau di berbagai sudut kota, terdapat nama besar yang menjadi tulang punggung: Parfarome.

Dalam sebuah acara bertajuk Parfarome Academy yang digelar di Hotel Santika Malang, Jumat (6/2/2026), raksasa produsen konsentrat parfum ini membagikan wawasan mendalam tentang teknik pencampuran dan keamanan produk bagi para pelaku industri dan pecinta wewangian.

BACA JUGA:Bikin Mata Lebih Hidup: 9 Rekomendasi Eyeliner Terbaik Mulai Rp17 Ribu Saja!

Jembatan Kemewahan untuk Rakyat

Anak perusahaan PT Chmarome Indonesia ini mengambil peran krusial di hulu sebagai produsen dan distributor bibit parfum yang berhasil menjembatani celah antara keinginan konsumen untuk tampil mewah dengan realitas daya beli masyarakat. Melalui lini premiumnya, Parfarome Deluxe, perusahaan ini menawarkan tingkat kemiripan aroma yang hampir identik dengan parfum desainer dunia.

Jenia, seorang Fragrance Evaluator di Parfarome, menjelaskan bahwa stabilitas aroma adalah kunci utama produk mereka. "Kekuatan utama ada pada stabilitas kimiawi. Banyak bibit parfum di pasar yang aromanya berubah setelah dicampur alkohol, namun Parfarome cukup konsisten menjaga profil aromanya," ujarnya saat membahas tren wewangian di hadapan para peserta.

BACA JUGA:Tren Skincare 2026: Dari Perawatan Regeneratif hingga Analisis Kulit Berbasis AI

Mitos Kulkas dan Stabilitas Aroma


Peserta Parfarome Academy menunjukkan sertifikat usai acara edukasi meracik parfum di Hotel Santika Malang, Jumat (6/2/2026). -ist ----

Sebagai seorang ahli yang mengevaluasi kualitas aroma, Jenia mematahkan mitos populer tentang menyimpan parfum di dalam kulkas agar tetap segar. Ia menjelaskan bahwa suhu ekstrem justru dapat merusak struktur kimia parfum yang sudah tercampur.

"Ketika parfum disimpan di dalam kulkas, dikhawatirkan di dalam oil atau bibitnya mengandung senyawa yang mudah beku, sehingga muncul endapan," jelas Jenia. Menurutnya, parfum sebaiknya disimpan pada suhu kamar yang stabil, yakni sekitar 25 derajat Celcius, untuk menjaga agar aroma asli tidak rusak atau berubah.

BACA JUGA:Tren DIY Skincare Viral di Medsos Picu Kerusakan Kulit, Dokter Beri Peringatan

Keamanan Kulit: Etanol vs Metanol

Jenia juga menyoroti isu sensitivitas kulit yang sering dialami pengguna, seperti rasa panas setelah penyemprotan. Ia memperingatkan agar tidak menggunakan metanol, jenis alkohol yang dilarang untuk kosmetik karena proses pembuatannya yang berasal dari fosil atau bahan bakar.

Sebagai gantinya, ia merekomendasikan penggunaan Etanol 96% hasil fermentasi bahan makanan yang jauh lebih aman bagi tubuh. "Etanol 96% memiliki tingkat kualitas yang sangat baik untuk pembuatan parfum karena sifatnya yang lebih bersahabat dengan kulit dibandingkan metanol," tambahnya.

Untuk menyempurnakan hasil akhir, Jenia menyarankan penambahan aquades dalam racikan. Selain membantu "membulatkan" aroma agar lebih lembut, aquades berfungsi sebagai penetral yang mengurangi kadar iritasi dari alkohol, sehingga aman bagi pemilik kulit sensitif.

BACA JUGA:Mengenal 9 Jenis Makeup Remover dan Fungsinya agar Tak Salah Pilih Sesuai Jenis Kulit dan Makeup

Mendukung Ekosistem UMKM


Jadwal roadshow Parfarome Academy di Indonesia. -ist--

Tags :
Kategori :

Terkait