Prof Riyanto Kenalkan River Index untuk Pengukuran Kualitas Perairan Tropis

Rabu 11-02-2026,14:58 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID–Permasalahan kualitas air dan degradasi ekosistem perairan merupakan isu lingkungan yang semakin kompleks seiring dengan meningkatnya aktivitas manusia, urbanisasi, dan perubahan tata guna lahan.

Namun, peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas manusia berakibat pada semakin bertambahnya mikroplastik dan dampaknya terhadap kualitas air sungai sebagai sumber air utama dan sarana transportasi.

BACA JUGA:Prof Mashudi Tawarkan Model Nutrisi Peternakan Sapi Perah Daerah Tropis

Untuk memastikan kualitas air yang memadai, dibutuhkan kerangka penilaian tropis yang menggabungkan mikroplastik, parameter fisik dan kimia air serta tata guna lahan.

Inilah yang ditawarkan Prof Dr Eng Ir Riyanto Haribowo ST MT IPM ASEAN Eng melalui River Index dalam orasi ilmiah saat pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar bidang ilmu kualitas air dan lingkungan, pada Selasa (10/2/2026).

BACA JUGA:Prof Prija Djatmika Tawarkan Model Pengembalian Aset Pelaku Pidana Korupsi

“Kerangka ini disusun melalui sintesis lintasan riset mikroplastik dalam konteks krisis kualitas air dan meningkatnya risiko ekologis perairan tropis, berbasis studi kasus di sungai perkotaan, kawasan permukiman, industri, pertanian, dan sistem pengelolaan limbah,” ujar dosen Fakultas Teknik, dikutip dari Prasetya UB, Rabu (11/2/2026).

Menurut Riyanto, dalam kerangka risiko ekologis, interaksi antara mikroplastik, bahan organik, nutrien, dan kondisi fisik perairan menunjukkan bahwa ancaman terhadap ekosistem akuatik tidak dapat dipahami sebagai dampak tunggal dari satu jenis pencemar.

BACA JUGA:UB Kukuhkan 10 Guru Besar Keilmuan Berbeda dalam Sidang Senat Akademik Dua Hari

“Sebaliknya, risiko tersebut terbentuk melalui kombinasi tekanan yang memengaruhi fungsi ekologis perairan secara simultan, termasuk potensi gangguan terhadap organisme akuatik, rantai makanan, dan stabilitas ekosistem,” jelasnya.

Kebaruan RIVER-INDEX terletak pada pemosisian mikroplastik bukan hanya sebagai pencemar baru, tetapi sebagai penguat risiko ekologis ketika berinteraksi dengan tekanan kualitas air dan tata guna lahan. Dengan pendekatan ini, mikroplastik dipahami sebagai bagian dari dinamika sistem perairan, bukan sebagai komponen yang berdiri sendiri.

BACA JUGA:Lima Profesor Baru Universitas Brawijaya Dikukuhkan, Soroti Isu Kesehatan, Lingkungan, dan Tantangan Data Mode

Riyanto berharap konsep ini dapat menjadi pijakan penguatan riset, kebijakan dan praktik pengelolaan perairan berkelanjutan, khususnya di wilayah tropis. “Dengan dukungan jejaring riset yang kuat, keterlibatan generasi muda peneliti, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, konsep seperti RIVER-INDEX diharapkan dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara lebih luas,” pungkasnya.

Riyanto merupakan profesor dalam bidang ilmu Kualitas Air dan Lingkungan yang tercatat sebagai profesor ke-35 di Fakultas Teknik dan menjadi profesor ke-446 di Universitas Brawijaya.

BACA JUGA:Mahasiswa FILKOM Program UB STARS, Jalani Internship Riset di The University of Osaka

Tags :
Kategori :

Terkait