Olahraga ringan seperti peregangan, yoga, atau jalan kaki setelah berbuka dapat membantu menjaga kebugaran. Tanpa menguras tenaga.
Dengan ritme yang lebih tenang, tubuh memiliki kesempatan untuk pulih dari kelelahan kronis yang mungkin terjadi di luar bulan Ramadan.
Selain sebagai periode ibadah, pendekatan itu menjadikan Ramadan memiliki fungsi positif lain. Yakni menjadi fase pemulihan fisik dan mental secara menyeluruh.
Membangun Kebiasaan Berkelanjutan
Salah satu nilai penting dari slow living selama Ramadan adalah keberlanjutannya setelah bulan suci berakhir.
Kebiasaan mengatur waktu dengan bijak, membatasi distraksi digital, serta memberi ruang bagi kesehatan mental dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ramadan menjadi titik awal perubahan gaya hidup. Menuju kehidupan yang lebih sadar, seimbang, dan bermakna.
BACA JUGA:9 Makanan Khas Imlek yang Diyakini Membawa Keberuntungan saat Tahun Baru China 2026