[Bridge: Yunho, Yeosang, San, Jongho]
Jantungku meledak, siap untuk pergi
Tak ada pemberhentian (pit stop), tak ada waktu untuk melambat
Bakar semuanya, lintasan ini adalah takhtaku
Melewati batas, semuanya berakhir
[Outro: Wooyoung, San, Seonghwa]
(Woah, woah) Kita bersinar
(Woah, woah) Kita menjadi gila
(Woah, woah) Kita membara
(Woah, woah) Berikan trofiku
(Woah, woah) Berlari dengan dingin
(Woah, woah) Ledakkan pestanya
(Woah, woah) Tak ada tempat untuk pergi
Kami memompa adrenalin
Itulah lirik dan terjemahan Adrenaline, lagu terbaru ATEEZ yang dirilis pada Jumat, 6 Februari 2026 lalu. Jika dicermati, Adrenaline adalah jalan untuk "kembali ke akar" ATEEZ yang powerful.
Ia secara mendalam menggambarkan transformasi ATEEZ yang semakin berani menghadapi ketidakpastian. Liriknya bermakna tentang ledakan semangat yang murni. Di mana rasa takut diubah menjadi energi kinetik yang memacu jantung.
Melalui metafora kecepatan dan panas, lagu ini menekankan bahwa hidup paling terasa nyata saat kita berada di ambang batas kemampuan diri. Bagi ATEEZ, Adrenaline menjadi simbol tekad untuk terus mendobrak batasan industri.