LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID—Rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) mulai dari Imlek 2026, Ramadan, hingga Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan akan menjadi pendorong utama peningkatan aktivitas ekonomi di Malang Raya, khususnya pada sektor perdagangan dan industri pengolahan.
Bank Indonesia (BI) Malang mencatat, meningkatnya permintaan masyarakat pada periode tersebut berpotensi mendorong kinerja dunia usaha pada triwulan I 2026. Proyeksi ini tercermin dalam hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) triwulan I 2026.
BACA JUGA:Imlek 2026 Shio Kuda Api, Atria Hotel Malang Tawarkan Ruang Kebersamaan Keluarga
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Febrina menjelaskan, SKDU merupakan survei rutin yang dilakukan BI untuk memperoleh gambaran awal mengenai dinamika ekonomi sektor riil.
“SKDU sendiri merupakan survei triwulanan yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini terkait perkembangan kegiatan ekonomi di sektor riil,” ujar Febrina, Sabtu (31/1).
BACA JUGA:Chat WhatsApp Bisa Dikunci, Ini Cara Aktifkan dan Nonaktifkan Fitur Privasi Terbaru
Berdasarkan hasil survei tersebut, BI Malang mencatat adanya perbaikan kinerja pada sejumlah sektor utama. Sektor Perdagangan Besar dan Eceran menjadi penopang terbesar dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 11,95 persen, disusul sektor Industri Pengolahan dengan SBT 5,99 persen.
Menurut Febrina, penguatan kinerja kedua sektor tersebut tidak terlepas dari meningkatnya aktivitas belanja dan konsumsi masyarakat yang dipicu oleh rangkaian HBKN yang seluruhnya jatuh pada triwulan I 2026.
BACA JUGA:Harlah NU Bentangkan Bendera NU 1.000 Meter dan Tanam 1.000 Pohon di Lereng Panderman
“Momen Imlek, Ramadan, hingga Idul Fitri 1447 Hijriah mendorong aktivitas belanja dan konsumsi masyarakat,” jelasnya.
Peningkatan konsumsi ini diperkirakan akan berdampak langsung pada geliat usaha ritel, UMKM, industri makanan dan minuman, hingga sektor jasa penunjang lainnya di Malang Raya. Selain itu, mobilitas masyarakat yang meningkat menjelang dan saat hari raya turut mendorong perputaran uang di daerah.
BACA JUGA:Warga Ramai Kunjungi Alun-Alun Kota Malang, Pilih Suasana Pagi Ketimbang CFD
Sementara itu, BI Malang juga mencatat bahwa kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan IV 2025 tetap tumbuh positif. Hal tersebut tercermin dari nilai SBT sebesar 17,36 persen, meskipun mengalami perlambatan dibandingkan triwulan III 2025 yang tercatat sebesar 21,24 persen.
Meski demikian, BI menilai tren positif tersebut menjadi modal awal yang kuat bagi perekonomian daerah untuk memasuki tahun 2026, terutama dengan adanya dorongan musiman dari perayaan hari besar keagamaan.
BACA JUGA:Bulog Pastikan Stok Beras Malang Raya Aman hingga Lebaran 2026, Tersedia 51.383 Ton CBP