Alun-Alun Merdeka Malang Makin Ramai, Dishub Imbau Warga Bijak Parkir dan Manfaatkan Kantong Parkir
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa secara umum kondisi lalu lintas di sekitar Alun-Alun Merdeka --
KLOJEN, DISWAYMALANG.ID—Wajah baru Alun-Alun Merdeka Kota Malang pascarevitalisasi mulai menarik perhatian warga. Ruang terbuka hijau di jantung kota itu kian ramai dikunjungi, terutama pada sore hingga akhir pekan. Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, pola parkir dan ketertiban lalu lintas menjadi perhatian Pemerintah Kota Malang.
BACA JUGA:Mahasiswa UM Kembangkan Pembelajaran Matematika SD lewat Budaya Topeng Malangan
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyampaikan secara umum kondisi lalu lintas di sekitar Alun-Alun Merdeka masih berjalan normal. Namun, kepadatan berpotensi terjadi ketika parkir kendaraan dan aktivitas pedagang kaki lima (PKL) mulai memanfaatkan badan jalan.
“Kalau kondisi lalu lintas sebenarnya tidak bermasalah. Tapi ketika ada parkir di badan jalan dan PKL yang memakai ruang jalan, itu yang membuat situasi jadi padat,” ujar Widjaja, yang akrab disapa Jaya, Sabtu (31/1).
Saat ini, sistem parkir di kawasan Alun-Alun Merdeka masih mengandalkan parkir tepi jalan di sejumlah titik. Beberapa lokasi yang dapat dimanfaatkan pengunjung antara lain Jalan Merdeka Selatan di depan Kantor Pos Besar Malang, Jalan Merdeka Barat kawasan Masjid Agung Jami’, sekitar Ramayana Mall, serta kawasan Kayutangan Heritage.
BACA JUGA:Pemeran Ibu Kevin di 'Home Alone', Catherine O’Hara, Tutup Usia, Ini Perjalanan Kariernya
Menurut Widjaja, dengan meningkatnya antusiasme warga pascarevitalisasi, masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan diri parkir tepat di depan alun-alun. Ia mendorong pengunjung memanfaatkan kantong parkir yang tersedia dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
“Pengunjung pasti akan terus bertambah. Kalau semua ingin parkir persis di depan alun-alun, tentu akan menimbulkan kemacetan. Parkir sedikit lebih jauh lalu berjalan kaki justru lebih nyaman,” jelasnya.
Dishub Kota Malang juga melihat momentum ini sebagai kesempatan membangun budaya berjalan kaki di pusat kota. Selain membantu mengurai kepadatan lalu lintas, kebiasaan tersebut dinilai selaras dengan konsep kawasan ramah pejalan kaki yang tengah dikembangkan pemerintah kota.
Sumber:
