2. Abad ke-7
Hijab mulai berkembang menjadi simbol kehormatan dan identitas sosial yang menunjukkan martabat seorang wanita muslimah.
BACA JUGA:Sabtu Malam, Dry Fountain di Alun-Alun Merdeka Kota Malang Diserbu Anak-Anak
3. Abad ke-20
Di era ini, penggunaan hijab mengalami pergeseran menjadi simbol identitas Islam yang kuat serta bentuk perlawanan terhadap budaya kolonial di berbagai negara.
Model hijab di abad ke-20 pada masa kolonial--Kezka Printing
4. Masa Kini
Saat ini, hijab telah menjadi bagian dari fashion statement global dengan berbagai model dan gaya kreatif yang tetap mengutamakan prinsip kesederhanaan.
Tantangan Berhijab di Era Modern
Di balik perayaan ini, wanita muslimah masa kini dihadapkan pada tantangan besar, terutama terkait standar kecantikan yang sering ditampilkan di media sosial. Gambaran mengenai sosok "wanita ideal" yang serba sempurna sering menciptakan rasa tidak percaya diri atau insecure.
BACA JUGA:Mahasiswa UM Kembangkan Pembelajaran Matematika SD lewat Budaya Topeng Malangan
Tekanan visual ini terkadang bertentangan dengan prinsip kesederhanaan yang diajarkan dalam Islam, bahwa nilai seorang manusia tidak pernah diukur hanya dari penampilan fisik semata.
Gerakan Hari Hijab Sedunia hadir sebagai pengingat bahwa cantik tidak harus mengikuti standar yang sempit. Hijab adalah bentuk kebebasan dan pilihan sadar untuk kembali pada nilai-nilai spiritualitas di tengah gempuran tren modern.
Dengan memahami sejarah dan esensinya, diharapkan tidak ada lagi stigma negatif bagi mereka yang memilih untuk menutup aurat, karena setiap wanita memiliki hak untuk merasa bangga dengan identitas yang ia pilih.