BANDUNG, DISWAYMALANG.ID–Hingga Senin (26/1), sebanyak 11 dari 17 korban meninggal akibat longsor di Bandung Barat telah teridentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI). Enam lainnya masih dalam proses identifikasi.
Banjir bandang dan tanah longsor melanda Kampung Babakan RW 10 dan 11 Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu, 24 Januari 2026,
Sebanyak 137 warga yaitu sekitar 34 kepala keluarga tercatat mengungsi di kantor Desa Pasirlangu. Memanfaatkan fasilitas aula dan teras sebagai lokasi pengungsian untuk sementara.
Sementara, 23 warga telah dievakuasi dan sedang menjalani perawatan medis di Puskesmas serta RSUD Cibabat.
BACA JUGA:9 Tewas dan 81 Orang Hilang dalam Bencana Tanah Longsor di Bandung Barat
Pada hari Minggu, 25 Januari Tim SAR gabungan sudah berhasil menyerahkan 25 kantong jenazah. Jumlah ini termasuk 11 jenazah yang berhasil teridentifikasi serta 6 yang masih proses identifikasi.
Hasil pencarian Tim SAR kini tengah diperiksa oleh tim DVI. Proses identifikasi dapat berlangsung cepat jika jenazah dalam kondisi utuh, namun untuk potongan tubuh, petugas membutuhkan waktu untuk pencocokan data ante mortem. Hingga kini proses tersebut masih berjalan secara intensif.
BACA JUGA:DPR Setujui Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo, Menjadi Deputi Gubernur BI
Pencarian Korban dengan Drone
Sementara itu, pada Senin, 26 Januari pencarian korban kembali dilakukan dengan menyisir titik-titik yang sebelumnya sudah dipetakan menggunakan hasil pantauan drone. Sebelumnya disebutkan 81 orang hilang. Jika hingga Minggu (25/1) sudah ditemukan 25 kantong jenazah, masih 56 korban yang belum ditemukan.
Tingginya intensitas hujan serta jalan menuju lokasi bencana yang sempit dan berkelok menjadi kendala proses penanganan di lapangan karena berpotensi menghambat mobilitas bantuan di lapangan.
BACA JUGA:TB Ginjal! Penyakit yang Gerogoti Lucky Widja Element, Dokter Sering Salah Diagnosa, Ini Gejalanya
Dompet Dhuafa Jawa Barat menyampaikan memastikan proses pencarian korban dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak dapat berjalan optimal di tengan situasi darurat dengan berkolaborasi bersama pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, serta unsur relawan lainnya.