Momentum ini juga didukung oleh hasil LAN event terakhir di akhir 2025, di mana Aurora Gaming tampil impresif dan menampilkan performa tim yang matang, termasuk dominasi pada early game serta efektivitas rotasi map yang membuat lawan sering mengalami kesulitan menahan serangan beruntun mereka.
Statistik Head to Head Sebelum Knockout
Pertemuan kedua tim di fase Swiss Stage dengan skor Alter Ego 1–0 Aurora menunjukkan bagaimana pertandingan bisa berjalan dengan intensitas tinggi meskipun hanya satu game.
Namun tren performa jangka panjang Aurora cenderung lebih konsisten, sehingga ketika menghadapi format Best of Three (Bo3) seperti di Knockout Stage, probabilitas kemenangan Aurora sedikit naik jika mereka mampu memaksimalkan strategi mid-game.
Di babak Knockout Stage, format Bo3 akan menguji kedalaman strategi tim. Alter Ego memiliki modal kuat dari segi kontrol objektif dan stabilitas tim, sedangkan Aurora Gaming unggul dalam konsistensi hasil jangka panjang. Dua faktor ini memastikan prediksi laga Alter Ego vs Aurora tetap terbuka.
BACA JUGA:Hasil Drawing Knockout Stage M7 World Championship 2026, Ini Jadwal dan Cara Menontonnya
Kita juga melihat saat bermain Bo3 Alter Ego vs Onic Esports bermain dengan meta-meta unik. Misalnya penggunaan 4 fighter saat melawan Sang Raja Langit. Itu berhasil menundukan sang juara MPL 17 yang pernah mengalahkan AE.
Dalam format Bo3, pertarungan Alter Ego vs Aurora Gaming diprediksi akan berjalan ketat. Jika Aurora mampu mempertahankan konsistensi performa dan strategi rotasi map yang agresif, peluang mereka untuk memenangkan setidaknya satu game dalam Bo3 cukup besar.
Namun, jika Alter Ego dapat mengendalikan awal permainan dan menerapkan objektif map secara efektif, mereka bisa menggunakan momentum tersebut untuk menutup seri dengan kemenangan 2–1.
Prediksi hasil akhir: Alter Ego 2–1 Aurora Gaming. Indikasi bahwa duel ini berpotensi berlangsung panjang, mendebarkan, dan menjadi cerminan seimbangnya kompetisi M7 World Championship 2026.