Bulgaria juga dilatih oleh pelatih berpengalaman yang sebelumnya sempat berkiprah di sepak bola Indonesia. Laga ini dipandang sebagai ujian penting bagi John Herdman dalam meracik strategi, pola permainan, dan komposisi terbaik Timnas Indonesia.
Sementara menghadapi St Kitts & Neviss, Tim Garuda di atas kertas memiliki peluang lebih besar untuk meraih hasil positif. Namun demikian, tim pelatih menegaskan bahwa lawan tetap tidak boleh dipandang remeh dan fokus penuh tetap dibutuhkan.
FIFA Series ini akan menjadi panggung awal bagi John Herdman sebelum Timnas Indonesia melanjutkan agenda berikutnya pada FIFA Match Day Juni 2026.
BACA JUGA:PSSI Diminta Tak Intervensi, Serahkan Keputusan kepada John Herdman
Rangkaian laga internasional tersebut juga berperan penting dalam mendongkrak peringkat FIFA Indonesia menjelang ASEAN Cup 2026.
Pada ASEAN Cup 2026, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang playoff antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.
Timnas Indonesia dijadwalkan mengawali turnamen dengan menghadapi Kamboja di GBK pada 27 Juli 2026, sebelum melawan Brunei atau Timor Leste, Vietnam, dan Singapura.
Meski berpotensi tidak diperkuat beberapa pemain yang berkarier di Eropa karena agenda pramusim, Timnas Indonesia tetap optimistis dengan kedalaman skuad yang ada.
Dukungan penuh dari suporter diharapkan menjadi kekuatan tambahan bagi Tim Garuda dalam menatap era baru di bawah kepemimpinan John Herdman.
Jadi Momentum Penting Uji Mental dan Kualitas Timnas Indonesia
Sementara itu Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai FIFA Series 2026 sebagai kesempatan langka yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh Timnas Indonesia.
BACA JUGA:Timnas Indonesia Masuk Grup A Piala AFF 2026, Rizky Ridho: Harus Tembus Final dan Juara
Ajang ini dipandang penting untuk menguji mental, kualitas teknis, serta kemampuan adaptasi skuad Garuda menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda-beda.
Menurut Erick, bertanding melawan tim dari berbagai konfederasi akan memberikan pengalaman berharga bagi para pemain.
“Menghadapi tim-tim dari Eropa, Oseania, dan Amerika memberikan variasi gaya bermain yang sangat penting bagi perkembangan tim. Para pemain akan terbiasa secara mental dan meningkatkan kualitas teknisnya. Ini bukan sekadar ujian, tetapi juga peluang untuk membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia," ujar Erick Thohir, dikutip dari laman resmi PSSI.
Bagi Timnas Indonesia, ajang ini memiliki arti strategi karena masuk dalam kalender resmi FIFA Matchday, sehingga berpotensi meningkatkan peringkat FIFA. Selain itu, FIFA Series 2026 juga akan menjadi tolok ukur awal kualitas skuad Garuda di bawah Arah pelatih anyar, John Herdman.