Meluncur Platform Salam.life Tawarkan Ruang Digital Berbasis Nilai Muslim

Selasa 13-01-2026,18:27 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

 “Jika dijalankan konsisten, ini bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan upaya membentuk suasana interaksi yang sejak awal diatur,” jelas Yusuf.

Sejarah menunjukkan bahwa upaya serupa pernah ada. Muxlim, diluncurkan di Finlandia pada 2006. Platform ini sempat menarik perhatian. Tapi, kemudian tidak berkembang menjadi jejaring sosial mapan.

SalamWorld, muncul sekitar 2012. Platform ini diproyeksikan besar, namun perlahan menghilang. Masalahnya hampir selalu sama. “Sulit menjaga skala, mengelola percakapan lintasbudaya, dan mempertahankan kualitas interaksi secara bersamaan,”

Salam.life tidak harus mengalahkan Facebook atau Instagram. “Sejarah akan mencatat jawabannya,” ujar Yusuf.

Tags :
Kategori :

Terkait