Fujifilm Instax Mini Evo Cinema Resmi Hadir, Kamera Instan Hybrid dengan Video, Filter Era, dan Cetak QR Frame

Minggu 11-01-2026,16:09 WIB
Reporter : Elsa Amalia Kartika Putri
Editor : Mohammad Khakim

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Pabrikan kamera asal Jepang, Fujifilm, kembali memperluas lini kamera instannya dengan menghadirkan Instax Mini Evo Cinema. Sebuah kamera hybrid yang memadukan pengalaman fotografi instan dengan perekaman video.

Produk ini menjadi evolusi terbaru dari seri Instax Mini Evo. Sekaligus menandai langkah Fujifilm dalam merespons tren konten visual modern yang semakin mengaburkan batas antara foto dan video.

Berbeda dari kamera Instax konvensional yang hanya berfungsi sebagai alat cetak foto instan, Instax Mini Evo Cinema menawarkan pendekatan baru. Pengguna tidak hanya dapat memotret dan langsung mencetak hasilnya. Tetapi juga merekam klip video pendek, lalu memilih satu frame tertentu dari rekaman tersebut untuk dicetak ke film Instax Mini.

Konsep ini menghadirkan pengalaman “cinema still”, yakni menangkap momen bergerak dan mengabadikannya dalam bentuk foto fisik.

Desain Retro Terinspirasi Kamera Film Klasik

Instax Mini Evo Cinema tampil dengan desain retro yang kuat, terinspirasi dari kamera film Fujica Single-8 yang diperkenalkan Fujifilm pada 1965. Pada masanya, format Single-8 dikenal sebagai pesaing Super 8 dan identik dengan dunia sinematografi amatir.

BACA JUGA:Nokia X100 Pro 5G! Rumor Ambisi Nokia Hadirkan Flagship, Kamera 300MP hingga RAM 18GB

Sentuhan desain klasik tersebut terlihat dari penggunaan dial mekanis, tekstur bodi yang menyerupai kamera film lawas. Serta nuansa warna yang mengingatkan pada era analog. Meski mengusung estetika masa lalu, Fujifilm tetap menyematkan teknologi modern agar kamera ini relevan dengan kebutuhan pengguna masa kini.

Mode Foto dan Video dalam Satu Perangkat


Kamera hybrid terbaru Fujifilm ini menjembatani analog dan digital lewat filter era sinematik, aplikasi mobile, dan teknologi cetak instan modern.--fujifilm

Salah satu fitur utama Instax Mini Evo Cinema adalah kemampuannya beralih antara mode foto dan mode video. Peralihan dilakukan melalui sebuah slider fisik di bodi kamera, memberikan sensasi mekanis yang selaras dengan konsep retro yang diusung.

Dalam mode video, kamera ini mampu merekam klip vertikal dengan durasi maksimal 15 detik. Meski Fujifilm belum merinci resolusi video yang dihasilkan, klip tersebut dapat dijadikan sumber untuk memilih satu frame statis yang kemudian dicetak ke film Instax Mini.

BACA JUGA:9 Kamera Travel Ekonomis buat Liburan Akhir Tahun 2025: Ringkas dan Praktis, Kualitas Tetap Oke

Menariknya, setiap foto hasil cetakan dari frame video akan dilengkapi kode QR. Saat dipindai menggunakan smartphone, kode tersebut akan memutar kembali klip video asli yang direkam.

Video juga dapat diputar ulang dengan memasukkan kembali foto cetakan ke dalam kamera, menciptakan interaksi unik antara medium fisik dan digital.

Fitur Era Dial dan Nuansa Sinematik Vintage

Instax Mini Evo Cinema dibekali fitur khas bernama era dial, sebuah kenop putar yang memungkinkan pengguna memilih efek visual berdasarkan periode waktu tertentu. Terdapat sepuluh pilihan era, mulai dari dekade 1930-an hingga 2020-an.

Setiap era dirancang untuk meniru karakter visual khas zamannya. Misalnya, pilihan era 1960-an akan menghasilkan tampilan foto atau video dengan nuansa vintage, kontras khas film lama, atau hitam putih yang mengingatkan pada estetika sinema klasik.

Kategori :