1 tahun disway

Puding MBG Diduga Berbelatung, Dapur SPPG Tulusrejo 2 Minta Maaf dan Janji Evaluasi Total

Puding MBG Diduga Berbelatung, Dapur SPPG Tulusrejo 2 Minta Maaf dan Janji Evaluasi Total

Menu MBG Puding--

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID–Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulusrejo 2 di wilayah Lowokwaru, Kota Malang, menyampaikan permohonan maaf setelah ditemukan belatung dalam salah satu menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa, Selasa (3/3).

Temuan tersebut berada pada menu puding stroberi yang menjadi bagian dari paket makanan MBG. Paket yang didistribusikan saat itu terdiri dari susu UHT, mini muffin, kaki naga, kacang, dan puding.

Laporan awal disampaikan wali murid setelah mendapati belatung dalam puding yang diterima anaknya.

BACA JUGA:Dishub Kota Malang Siapkan 5 Rute Mudik Gratis Lebaran 2026, Kuota Terbatas

Kepala SPPG Tulusrejo 2 Julfa Hannan membenarkan adanya insiden tersebut dan menyebut pihaknya kecolongan dalam proses pengolahan bahan baku.

“Sebagai pelayan publik tentu ini menjadi evaluasi serius bagi kami. Kami mohon maaf kepada siswa dan wali murid atas kejadian ini,” ujarnya.

Menurutnya, dugaan sementara kontaminasi berasal dari buah stroberi yang digunakan sebagai bahan puding. Pihak dapur telah meminta sekolah untuk tidak menyajikan puding yang bermasalah dan akan melakukan penggantian pada distribusi menu berikutnya.

BACA JUGA:Sejak Perang Iran, 6.247 Jemaah Umrah yang Tertahan di Mekkah Sudah Bisa Pulang sejak Sabtu Lalu

Pada hari kejadian, sebanyak 2.319 paket MBG didistribusikan ke 12 sekolah di Kota Malang. Hingga kini, pihak SPPG menyatakan telah melakukan evaluasi internal terhadap prosedur pemilihan bahan, proses produksi, hingga pengemasan makanan.

Insiden ini memicu kekhawatiran orang tua siswa terhadap standar higienitas program MBG. Sejumlah wali murid meminta adanya pengawasan lebih ketat agar keamanan pangan benar-benar terjamin, mengingat penerima manfaat adalah anak-anak sekolah.

BACA JUGA:THR ASN, TNI, Polri hingga Pensiunan Sudah Cair Bertahap sejak 26 Februari, Ini Komponennya

Program MBG sendiri merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah. Namun, kasus temuan makanan tidak layak konsumsi dinilai dapat merusak kepercayaan publik apabila tidak ditangani secara transparan dan tegas.

Pihak SPPG Tulusrejo 2 menegaskan komitmennya untuk memperbaiki sistem pengawasan dan memastikan insiden serupa tidak terulang kembali. 

Sumber: