Tren Skincare 2026: Dari Perawatan Regeneratif hingga Analisis Kulit Berbasis AI

Rabu 07-01-2026,07:19 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Sekaligus mampu mengatasi masalah yang lebih dalam. Seperti bekas luka, garis halus, dan tekstur kulit. Semua dapat dilakukan dalam satu sesi dengan waktu pemulihan yang lebih terprediksi.

Teknologi itu juga semakin sering digunakan sebagai bagian dari rencana perawatan personal jangka panjang.

BACA JUGA:Butuh Cushion Baru? Berikut Ini 9 Rekomendasi Cushion Lokal untuk Semua Jenis Kulit

3. Laser Hair Reduction

Pada 2026, perawatan pengurangan rambut dengan laser tidak lagi identik dengan momen khusus seperti pernikahan atau liburan. Perawatan itu kini dipandang sebagai bagian dari rutinitas wellness dan self-care.

Platform laser diode generasi terbaru semakin diminati. Karena lebih cepat, aman, dan cocok untuk berbagai jenis kulit.

Kenyamanan serta kemudahan tetap menjadi faktor utama. Memungkinkan perawatan dilakukan di sela gaya hidup yang sibuk. Namun, tetap memberikan hasil jangka panjang.

BACA JUGA:Bila Skincare Tak Mempan Lagi, Saatnya Upgrade ke GB Active Glow Booster Serum

4. Perbaikan Skin Barrier

Paparan polusi, penggunaan bahan aktif berlebihan, serta meningkatnya kasus kulit sensitif membuat perbaikan skin barrier tak lagi bersifat opsional. Pada 2026, hampir semua perawatan akan dimulai dari upaya memperkuat lapisan pelindung kulit.

Alih-alih langsung melakukan perawatan agresif untuk jerawat atau hiperpigmentasi, dokter kulit kini lebih dulu memulihkan barrier kulit. Mereka menggunakan ceramide, peptida, asam lemak esensial, serta formulasi yang ramah mikrobioma.

Kulit yang tenang dan tangguh dinilai lebih responsif terhadap perawatan lanjutan. Para ahli sepakat, kulit sehat adalah kulit yang terlindungi sebelum disempurnakan.

BACA JUGA:Dijamin Wajah Mulus! Rekomendasi Skincare untuk Memperbaiki Skin Barrier

5. Analisis Kulit Berbasis AI

Personalisasi perawatan mencapai level baru. Yakni dengan hadirnya teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Pada 2026, pemindaian kulit digital, pencitraan 3D, hingga pemetaan hidrasi menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan klinis.

Dr Talwar menyebut masa depan skincare terletak pada solusi personal yang berbasis sains dan bekerja selaras dengan “kecerdasan alami” kulit. Bukan memaksanya berubah.

Dengan pendekatan yang lebih matang, terukur, dan berorientasi jangka panjang, tahun 2026 diprediksi akan menjadi era ketika kesehatan kulit benar-benar menjadi pusat perhatian.

Tags :
Kategori :

Terkait