1 tahun disway

Program YESS di Jatim Sudah Mencakup 67 Ribu Lebih Penerima Manfaat, Hampir Separo Jadi Petani Milenial

Program YESS di Jatim Sudah Mencakup 67 Ribu Lebih Penerima Manfaat, Hampir Separo Jadi Petani Milenial

Membuka acara Konsolidasi dan Sinergi Petani Milenial Provinsi Jawa Timur--

LAWANG, DISWAYMALANG.ID –Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) tercatat telah memberi dampak kepada 67.616 penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, 44 persen merupakan wirausaha sektor pertanian.

Data dari Politeknik Pembangunan  (Polbangtan) Malang, program yang diinisiasi Kementerian Pertanian RI ini, dilaksanakan di lima kabupaten di Jawa Timur, salah satunya Kabupaten Malang. Untuk mendukung para wirausaha muda itu, program di Jawa Timur ini juga menyalurkan dana hibah kompetitif, dengan nilai total mencapai Rp37,7 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp7,8 miliar di antaranya terserap di Kabupaten Malang.

Data tersebut diungkapkan dalan acara Konsolidasi dan Sinergi Petani Milenial Provinsi Jawa Timur yang digelar di Aula  Polbangtan Malang, Kecamatan Lawang, Kamis (25/9). Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib.  Ketua Tim Kerja Subid Pertanian-Bidang Ekonomi Bappeda Jatim, Heri Istanto Ph.D, dan Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana selaku tuan rumah.

Sebagai peserta, hadir tidak kurang orang 500 peserta, mulai mahasiswa Polbangtan hingga petani milenial.

Dalam acara tersebut, juga digelar pameran produk dari para penerima manfaat program YESS. Selain dari Kabupaten Malang, prerta pameran juga datang dari Banyuwangi, Pasuruan, Tulungagung, Pacitan, hingga kelompok usaha penerima hibah kompetitif 2021–2024 di bidang pertanian. Agenda juga dirangkai dengan pelepasan ekspor perdana keripik sayur hasil penerima manfaat Program YESS ke Singapura.

BACA JUGA:26 September Hari Statistik Nasional, Ini Sejarah dan Tujuan Peringatannya

Lega Petani Milenial

Wabup Lathifah menilai Program YESS merupakan langkah strategis untuk mendorong keterlibatan generasi milenial dalam sektor pangan. Dia berpendapat, sektor pertanian masih memiliki potensi usaha yang menjanjikan jika digarap serius dengan inovasi dan teknologi modern. Karena itu, 

Semula, Wabup yang mengaku merupakan anak petani ini, sempat khawatir anak-anak muda sekarang kehilangan minat menjadi petani karena dianggap pekerjaan yang kotor. 

''Tapi hari ini kegelisahan saya terjawab. Ternyata banyak generasi muda yang masih melihat prospek besar di sektor pertanian,” katanya.

Lathifah juga menegaskan bahwa pertanian adalah sektor vital penopang ketahanan pangan nasional. Kabupaten Malang yang memiliki basis agraris kuat, kata dia, punya tanggung jawab besar menjaga ketersediaan pangan baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.

Berdasarkan data Kabupaten Malang Dalam Angka (KMDA) 2025, jumlah penduduk Kabupaten Malang mencapai 2,73 juta jiwa, dengan 69,51 persen berada pada usia produktif. Potensi ini menurutnya harus diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian dengan ide-ide kreatif dan pengembangan usaha berbasis teknologi. (*)

Sumber: