UNITRI Kukuhkan Guru Besar Restorasi Tanah, Dorong Penelitian untuk Indonesia Emas
Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang resmi mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Amir Hamzah, M.P. sebagai guru besar dalam bidang restorasi dan remediasi tanah--
TLOGOMAS, DISWAYMALANG.ID – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang resmi mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Amir Hamzah, M.P. sebagai guru besar dalam bidang restorasi dan remediasi tanah melalui Sidang Terbuka Senat yang digelar pada Sabtu (23/8).
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri Rektor UNITRI, Prof. Dr. Ir. Eko Handayanto, Ph.D., serta Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M.
Dalam sambutannya, Rektor UNITRI Prof. Eko Handayanto menegaskan bahwa pengukuhan ini merupakan bentuk pengakuan akademik atas kontribusi Prof. Amir Hamzah dalam penelitian dan pengembangan ilmu tanah, khususnya di bidang restorasi dan remediasi.
“Pengukuhan ini adalah tonggak penting, bukan hanya bagi UNITRI, tetapi juga bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Prof. Amir telah banyak berkontribusi dalam mengembangkan solusi atas kerusakan lingkungan melalui penelitian yang aplikatif,” ujarnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dyah Sawitri, menyampaikan bahwa penambahan guru besar di perguruan tinggi swasta adalah bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan dan penelitian nasional.
BACA JUGA:9 Provinsi Terdepan dalam Transaksi QRIS, Juaranya Bukan Jakarta!

“Profesor-profesor baru ini diharapkan mampu memberi kontribusi nyata menuju visi Indonesia Emas 2045. Penelitian mereka tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi harus berdampak langsung pada masyarakat melalui pengabdian dan inovasi,” tegas Dyah.
Prof. Amir Hamzah dalam orasi ilmiahnya menekankan bahwa isu degradasi tanah menjadi tantangan serius bagi Indonesia. Menurutnya, tanah yang tercemar logam berat dan limbah industri berpotensi menurunkan produktivitas pertanian sekaligus membahayakan kesehatan masyarakat.
“Restorasi dan remediasi tanah adalah solusi untuk mengembalikan fungsi ekosistem. Jika kualitas tanah kita terjaga, maka ketahanan pangan dan kualitas hidup masyarakat juga akan meningkat,” jelasnya.
Prof. Amir menambahkan, riset-riset yang ia lakukan diarahkan untuk mendukung praktik pertanian berkelanjutan serta memberikan rekomendasi kebijakan berbasis sains bagi pemerintah.
Senada dengan hal itu, Rektor UNITRI Prof. Eko menegaskan bahwa pengembangan sektor pertanian masih menjadi prioritas utama di Indonesia. Ia menilai kontribusi guru besar di bidang restorasi tanah akan memperkuat agenda kemandirian pangan.
“Dengan tanah yang sehat, produktivitas pertanian meningkat. Hal ini mendukung cita-cita kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pengukuhan Prof. Amir Hamzah sebagai guru besar diharapkan menjadi pendorong semangat bagi sivitas akademika UNITRI untuk terus meningkatkan mutu riset dan pengabdian masyarakat. UNITRI berkomitmen menjadikan setiap capaian akademik sebagai modal besar dalam membangun bangsa.
Sumber:









