1 tahun disway

Parade Bantengan Nuswantoro ke-17, Dimeriahkan Seniman dari Jepang, India hingga Amerika

Parade Bantengan Nuswantoro ke-17,  Dimeriahkan Seniman dari Jepang, India hingga Amerika

Parade Bantengan Nuswantoro, Kota Batu, Minggu (3/8).--Prokopim Setda Kota Batu

BATU, DISWAYMALANG.ID-- Minggu pagi di Kota Batu terasa berbeda. Jalan Gajahmada bergetar, bukan karena deru mesin, melainkan oleh auman ratusan bantengan yang menghentak, disusul irama gamelan yang dinamis, serta derap langkah ribuan penari.

Itulah suasana yang tergambar dalam Parade Bantengan Nuswantoro ke-17, sebuah perayaan budaya yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat akan makna sakral.

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini dibuka secara simbolis oleh Wali Kota Batu, Nurochman, dan Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto.

Dengan pecut yang diacungkan ke udara, suara "suguh" sebagai tanda dimulainya upacara, mengawali arak-arakan 135 grup bantengan yang siap memukau ribuan pasang mata.

Hadir pula Ketua TP PKK, Siti Faujiah Nurochman, dan perwakilan Forkopimda, menunjukkan dukungan penuh dari jajaran pemerintahan terhadap acara yang telah menjadi ikon lokal ini.

Suasana semakin meriah dengan kehadiran kelompok bantengan dari berbagai wilayah, tak hanya se-Malang Raya, tetapi juga dari Kabupaten dan Kota Mojokerto, Blitar, Kediri, hingga Lumajang.

Tak hanya itu, parade tahun ini juga semakin spesial dengan kehadiran seniman-seniman dari negara sahabat.

Para seniman dari Malaysia, Jepang, Australia, Kolombia, India, hingga Amerika Serikat turut membaur, memberikan sentuhan internasional yang tak terduga dalam perayaan warisan budaya Jawa Timur ini.

BACA JUGA:Layanan KA Kembali Normal, 403 Penumpang Batalkan Tiket di Stasiun Malang

Sepanjang acara, para peserta menunjukkan kebolehannya dalam menari, beratraksi, dan memainkan instrumen musik tradisional.

Tawa riang penonton bercampur dengan sorak sorai kagum saat melihat koreografi yang dinamis dan kostum bantengan yang dibuat begitu detail.

Sementara itu, penampilan Drumband Ababil dari Pusat Oleh-Oleh Kendedes Kota Batu turut menyemarakkan suasana, menambah semarak perayaan yang penuh warna.

Wali Kota Batu, Nurochman, dalam sambutannya, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif masyarakat.

“Kegiatan ini sudah berlangsung selama 17 tahun. Ini membuktikan bahwa kesenian tradisional, khususnya Bantengan Nuswantara, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi Kota Batu. Pemerintah hadir sebagai pendukung, memastikan warisan budaya ini terus lestari dan berkembang,” ujarnya.

Sumber:

Berita Terkait