1 tahun disway

Indonesia Peringkat ke-6 Negara Paling Bahagia di ASEAN: Antara Harapan dan Tantangan

Indonesia Peringkat ke-6 Negara Paling Bahagia di ASEAN: Antara Harapan dan Tantangan

Ilustrasi anak tersenyum--iStockphoto

MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Tingkat kebahagiaan suatu negara bukan hanya soal angka, melainkan cerminan kualitas hidup warganya. 

Berdasarkan World Happiness Report 2025, Indonesia menempati posisi ke-6 dalam daftar negara paling bahagia di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), dengan skor 5,62.

Laporan yang disusun berdasarkan survei Gallup World Poll ini mengukur persepsi masyarakat terhadap kebahagiaan hidup mereka pada skala 0 hingga 10, di mana 0 menggambarkan kehidupan terburuk dan 10 adalah kehidupan terbaik yang dapat dibayangkan.

Bagaimana Posisi Indonesia di ASEAN dan Dunia?

Di tingkat ASEAN, Singapura berada di puncak dengan skor 6,57, disusul oleh Vietnam (6,35), Thailand (6,22), dan Filipina (6,11). Malaysia berada tepat satu tingkat di atas Indonesia dengan skor 5,96. Di bawah Indonesia ada Laos (5,3), Kamboja (4,43), dan Myanmar (4,32).

Secara global, Indonesia berada di peringkat ke-83, di atas Aljazair dan Bulgaria, namun masih tertinggal dari mayoritas negara-negara maju. 

Meski begitu, posisi ini menunjukkan kemajuan dan potensi, mengingat Indonesia menghadapi tantangan seperti kesenjangan ekonomi, pelayanan publik, serta dinamika sosial-politik.

Apa Saja Faktor yang Diukur?

Dikutip melalui GoodStats, laporan ini menganalisis enam variabel utama yang memengaruhi kebahagiaan suatu negara, yaitu:

  • PDB per kapita: mencerminkan tingkat kesejahteraan ekonomi.
  • Dukungan sosial: apakah seseorang memiliki keluarga atau teman saat kesulitan.
  • Harapan hidup dalam kondisi sehat: menggambarkan kualitas layanan kesehatan.
  • Kebebasan dalam mengambil keputusan hidup: tingkat kendali seseorang atas hidupnya.
  • Tingkat kemurahan hati masyarakat: budaya berbagi dan solidaritas sosial.
  • Persepsi terhadap korupsi: kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

BACA JUGA:Alumnus UNMER Ini Presdir di Perusahaan Jepang, Motivasi ke Juniornya: Jadilah Pribadi Unik dan Berkarakter

Kebahagiaan Tak Selalu Soal Uang

Temuan penting dari laporan ini adalah bahwa kebahagiaan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi, namun juga oleh kondisi sosial, kesehatan, dan kepercayaan terhadap pemerintahan. 

Sebagai contoh, Singapura unggul dalam banyak indikator termasuk pelayanan publik dan ekonomi yang stabil. 

Sebaliknya, negara-negara seperti Myanmar dan Kamboja menghadapi konflik dan bencana yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakatnya.

BACA JUGA:Gagas Kembalikan Kawasan Bromo-Semeru jadi Sumber Kehidupan Masyarakat, Rektor UB Usung Pendekatan Kolaboratif

Indonesia: Di Persimpangan Harapan dan Tantangan

Dengan skor 5,62, Indonesia menunjukkan bahwa warganya masih memiliki optimisme, meski masih banyak pekerjaan rumah. 

Kesehatan publik, kualitas pendidikan, ketimpangan ekonomi, dan kepercayaan terhadap institusi masih perlu ditingkatkan agar kebahagiaan masyarakat bisa lebih merata dan berkelanjutan.

Sumber: goodstats