1 tahun disway

Heboh Pelecehan Pasien oleh Dokter di Malang, Pihak RS Non Aktifkan Terduga Pelaku

Heboh Pelecehan Pasien oleh Dokter di Malang, Pihak RS Non Aktifkan Terduga Pelaku

Ketua Sub Komite Etika dan Disiplin Persada Hospital dr. Galih Endradita bersama Supervisor Humas Sylvia Kitty saat memberikan keterangan dalam konferensi pers, Jumat (18/4)--Antara

KOTA MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Sub Komite Etika dan Disiplin Profesi Persada Hospital, Blimbing, Kota Malang memastikan akan menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan seksual oleh dokter di rumah sakit tersebut yang kini jadi perbincangan ramai. Tindakan yang twlah diambil antara lain dengan menonaktifkan dokter berinisial AY tersebut.

"Kami juga sudah melakukan sidang etik disiplin," kata Ketua SubKomite Etika dan Disiplin Profesi Persada Hospital dr. Galih Endradita, dalam konferensi pers, Jumat (18/4), dikutip ANTARA.

dr. Galih menjelaskan, secara informal memang ada informasi soal kasus kekerasan seksual tersebut yang dia sebut terjadi tiga tahun lalu. Dia juga membenarkan dr. AY saat itu bertugas sebagai dokter jaga.

Dalam konferesi pers tersebut, dr. Galih juga menegaskan siap untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Termasuk, menyampaikan keterangan di depan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Sikap Kemenkes dan KKI

Terpisah, Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan respons tegas terhadap dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum dokter di Malang. Ia menegaskan bahwa segala bentuk tindakan asusila yang tidak sesuai dengan nilai-nilai etika dan profesionalisme medis akan ditindaklanjuti secara serius oleh Kementerian Kesehatan maupun aparat penegak hukum.

“Setiap kegiatan yang berada di dalam maupun di luar konteks layanan, jika tidak sesuai dengan etika, akan kami tindaklanjuti. Itu mencederai sumpah dokter,” tegas Prof. Dante dalam pernyataannya.

Ia menjelaskan bahwa sumpah dokter merupakan komitmen moral dan profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, tindakan asusila oleh tenaga medis tidak hanya mencoreng profesi, tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat.

“Kalau ada kegiatan-kegiatan yang bersifat asusila, maka akan kami tindaklanjuti tidak hanya dari aspek etik, tapi juga aspek hukum dan legalitas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) Arianti Ayana memastikan akan menindaknjuti kasus ini.

"KKI akan melakukan SOP terhadap semua laporan, termasuk yang di Malang itu, tentu akan kita proses," kata Arianti, ditemui di Jakarta, 17 April 2025.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan memproses melalui Majelis Disiplin Profesi (MDP) untuk mengusut kebenaran dari adanya pelanggaran etik. "Kita akan lihat, sejauh mana kemudian MDP tentu di dalam hal ini juga akan kita libatkan dan juga kolegium. Ini kelihatannya kasus obgyn juga," tambahnya.

Arianti menegaskakn bahwa setiap proses ini dilakukans secara transparan. "Tentu akan kita proses, kita harus transparan supaya kredibilitas KKI ini bisa dipercaya oleh masyarakat," tuturnya.

Diungkap di Instagram

Dugaan pelecehan seksual oleh dokter ini pertama kali diungkapkan oleh pengguna akun media sosial Instagram @qor*****. "Aku beraniin buat speak up pengalaman tidak mengenakan yang terjadi di tahun 2022 karena ramainya berita kasus-kasus dokter cabul yang semakin marak. Semoga tidak ada korban selanjutnya," ungkap pemilik akun tersebut, dikutip Disway, 18 April 2025.

Kejadian bermula ketika ia mengalami sinusitis dan vertigo berat sehingga dilarikan ke IGD tempat dokter tersebut berpraktik.Beberapa hari setelah melakukan pemeriksaan rontgen dan dirawat di rumah sakit, seorang dokter menghubungi korban untuk memberikan hasilnya. Namun demikian, dokter tersebut tak hentinya menghubungi korban dan menjurus ke obrolan privat.

Sumber: