UNISMA Gelar ICON-ELT 2026, Bahas Teknologi dan Eco-ELT
Peserta konferensi internasional ICON-ELT 2026 yang digelar Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris,--
DINOYO, DISWAYMALANG.ID — Universitas Islam Malang (UNISMA) mempertemukan sekitar 200 akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari enam negara dalam konferensi internasional ICON-ELT 2026. Forum yang berlangsung pada 4–5 November 2026 di UNISMA ini membahas transformasi pengajaran bahasa Inggris melalui teknologi dan pendekatan berwawasan lingkungan atau Eco-ELT.
Konferensi yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNISMA tersebut diikuti peserta dari Indonesia, Vietnam, Thailand, Malaysia, Taiwan, dan Australia. Kegiatan berlangsung secara hibrida sehingga peserta dapat mengikuti forum secara langsung maupun daring.
Mengusung tema "Transforming ELT through Technology and Eco-ELT: Promoting Inclusive, Sustainable, and Lifelong Learning", ICON-ELT 2026 menyoroti perubahan kebutuhan pembelajaran bahasa Inggris di era digital.
Pembahasan tidak hanya diarahkan pada pemanfaatan teknologi dan aplikasi pendidikan. Konferensi juga mengangkat pentingnya pembelajaran yang inklusif, berkelanjutan, serta dapat diakses oleh berbagai kelompok peserta didik.
Ketua Panitia ICON-ELT 2026 Febti Ismiatun MPd mengatakan, penggunaan teknologi dalam pendidikan tidak boleh berhenti pada adopsi perangkat digital. Teknologi harus memberikan manfaat nyata bagi proses belajar.

Ketua Panitia ICON-ELT 2026 Febti Ismiatun MPd --halim/diswaymalang.id
"Transformasi pendidikan tidak sekadar berarti mengadopsi teknologi yang semakin canggih. Pertanyaan sesungguhnya adalah apakah teknologi itu mampu membuat pembelajaran lebih bermakna, mudah diakses, inklusif, dan efektif bagi semua," ujarnya.
Selain transformasi digital, konferensi ini mengangkat pendekatan Eco-ELT atau *Ecological English Language Teaching*. Konsep tersebut mengintegrasikan kesadaran lingkungan ke dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Melalui pendekatan ini, peserta didik tidak hanya diarahkan menguasai keterampilan berbahasa. Mereka juga diharapkan memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan tanggung jawab sosial.
Lima pembicara utama dari dalam dan luar negeri dihadirkan untuk memperkaya diskusi. Mereka adalah Dr Chew Shin Yi dari Universiti Malaya, Malaysia; Dr Chin-Pu Chiao dari National Yunlin University of Science and Technology, Taiwan. Kemudian Prof Dwi Fitri Heriyawati dari UNISMA, Assoc Prof Dat Bao dari Monash University, Australia. Terakhir, Dr (HC) Aslam Khan bin Samahs Khan dari ERICAN Education Group, Malaysia.
Selain pembicara utama, konferensi juga menghadirkan dua pembicara undangan dari UNISMA, yakni Dr Kurniasih dan Dr Imam Wahyudi Karimullah.
Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah perguruan tinggi sebagai mitra penyelenggara atau *co-host*. Di antaranya UIN Sunan Kudus, Rajamangala University of Technology Krungthep Thailand, YunTech Taiwan, dan Universitas Negeri Surabaya.
Dekan FKIP UNISMA Hamiddin MPd menilai tema konferensi sesuai dengan tantangan pendidikan masa kini. Ia berharap forum internasional tersebut menghasilkan gagasan dan penelitian yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran bahasa Inggris.
Sementara itu, Wakil Rektor III UNISMA Muhammad Yunis MPd membuka konferensi tersebut. Ia mengapresiasi penyelenggaraan forum akademik internasional yang dinilai dapat memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi antarperguruan tinggi.
Sumber:









