7 Fakta Kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir, S1 Gratis hingga Tak Ada Skripsi

7 Fakta Kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir, S1 Gratis hingga Tak Ada Skripsi

Kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir punya 7 fakta unik, mulai S1 gratis, tanpa absensi hingga tidak wajib skripsi.-Ilustrasi AI -

KAIRO, DISWAYMALANG.ID – Kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir ternyata memiliki sistem yang berbeda dibandingkan perguruan tinggi di Indonesia. Mulai biaya pendidikan S1 yang gratis, tidak ada kewajiban menyusun skripsi, hingga sistem perkuliahan tanpa absensi dan tugas mingguan.

Tujuh fakta unik tersebut dibahas dalam video kanal Aiwaah ChanneL. Pembahasan ini mengungkap sejumlah kebiasaan akademik dan administrasi yang bisa menjadi kejutan budaya bagi mahasiswa baru asal Indonesia.

Meski menawarkan sejumlah kemudahan, kehidupan mahasiswa di Mesir juga menuntut kesabaran, kemandirian, dan kedisiplinan tinggi. Terutama ketika menghadapi sistem birokrasi dan ujian akhir yang menjadi penentu utama kelulusan.

1. Administrasi Kampus Masih Menggunakan Sistem Manual

Salah satu hal yang mungkin mengejutkan mahasiswa baru adalah sistem administrasi Universitas Al-Azhar. Sebagian proses pendataan mahasiswa masih dilakukan secara manual menggunakan buku besar dan arsip kertas.

Kondisi tersebut membuat proses pengurusan dokumen terkadang membutuhkan waktu lebih lama. Mahasiswa harus bersabar ketika mengurus administrasi maupun berhadapan dengan birokrasi setempat.

Dalam video tersebut, narasumber mengingatkan agar calon mahasiswa tidak membayangkan kehidupan di Mesir selalu berjalan sesuai dengan sistem administrasi modern.

"Semoga yang sampai di Mesir itu tidak tertampar dengan realita kehidupan yang sesungguhnya di Mesir... tapi dengan mata kepala antum sendiri. Kesabaran adalah salah satu ujian terbesar mahasiswa di Mesir," ungkap narasumber.

2. Biaya Kuliah S1 Relatif Terjangkau

Fakta kedua berkaitan dengan biaya pendidikan. Program S1 di Al-Azhar pada dasarnya tidak memungut biaya kuliah seperti sistem uang pendidikan di sejumlah perguruan tinggi.

Mahasiswa tetap perlu menyiapkan biaya administrasi tahunan atau idarat serta kebutuhan diktat dan buku perkuliahan. Karena itu, istilah kuliah gratis perlu dipahami sebagai pembebasan biaya pendidikan, bukan berarti seluruh kebutuhan hidup mahasiswa ditanggung kampus.

Biaya tempat tinggal, makan, transportasi, dan kebutuhan pribadi selama berada di Mesir tetap harus diperhitungkan.

3. Diktat Kuliah Beralih ke Format Digital

Perubahan teknologi juga mulai memengaruhi sistem pembelajaran di Al-Azhar. Dalam video tersebut dijelaskan adanya kebijakan peralihan diktat perkuliahan dari buku fisik ke format digital atau e-book.

Namun, dalam praktiknya mahasiswa masih banyak yang memilih buku cetak. Format fisik dianggap lebih nyaman untuk membaca, memberi catatan, dan mempelajari materi secara mendalam.

Perbedaan preferensi tersebut menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pendidikan tidak selalu menghilangkan kebutuhan terhadap buku konvensional.

4. Mahasiswa S1 Tidak Wajib Menyusun Skripsi

Berbeda dengan kebanyakan perguruan tinggi di Indonesia, mahasiswa S1 Al-Azhar disebut tidak diwajibkan membuat skripsi sebagai syarat kelulusan.

Sumber: