Jokowi Bawa Ijazah SD-S1, 6.770 Personel Amankan Sidang

Jokowi Bawa Ijazah SD-S1, 6.770 Personel Amankan Sidang

Mantan Presiden Republik Indonesia (RI) ke-6, Joko Widodo dijadwalkan menghadiri sidang lanjutan kasus dugaan ijazah palsu hari ini. -dok Disway---

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis 5 November 2026. Ia datang sebagai saksi dalam perkara yang menjerat Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa dengan membawa dokumen ijazah asli.

Kehadiran Jokowi menjadi salah satu agenda utama persidangan karena kuasa hukumnya menyatakan kliennya siap memperlihatkan dokumen pendidikan dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi (S1). Pada saat yang sama, aparat mengerahkan 6.770 personel gabungan TNI-Polri untuk mengamankan jalannya sidang.

Jokowi tiba di PN Jakarta Timur sekitar pukul 08.30 WIB. Saat ditanya awak media apakah membawa dokumen ijazah, mantan presiden tersebut membenarkannya.

Ketika wartawan memastikan apakah dokumen yang dibawa merupakan dokumen asli, Jokowi kembali menegaskan bahwa seluruh berkas telah disiapkan.

Kehadiran Jokowi merupakan pemenuhan panggilan sebagai saksi dalam perkara dugaan fitnah, pencemaran nama baik, dan persoalan informasi elektronik. Perkara tersebut berkaitan dengan tudingan mengenai keaslian ijazah yang selama ini menjadi polemik di ruang publik.

Kuasa hukum Jokowi, Yakub Hasibuan, sebelumnya menjelaskan bahwa kliennya bersedia menunjukkan dokumen pendidikan di hadapan majelis hakim. Pihaknya berharap pemeriksaan dalam persidangan dapat memberikan kejelasan atas tuduhan yang selama ini diarahkan kepada Jokowi.

Yakub juga menilai kehadiran kliennya merupakan bagian dari penghormatan terhadap proses hukum. Ia berharap forum persidangan dapat menjadi tempat untuk menguji tuduhan berdasarkan bukti dan keterangan para pihak.

Pihak kuasa hukum menyatakan penjelasan mengenai ijazah tersebut diharapkan mengakhiri tudingan yang berulang. Mereka juga menginginkan adanya kepastian hukum dan perlakuan yang sama di hadapan hukum.

6.770 Personel TNI-Polri Amankan Sidang

Besarnya perhatian terhadap persidangan tersebut membuat pengamanan di sekitar PN Jakarta Timur diperketat. Sebanyak 6.770 personel gabungan diterjunkan, terdiri atas 5.570 anggota Polri dan 1.200 personel TNI.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal menjelaskan, pengamanan dibagi menjadi tiga ring. Skema tersebut disiapkan untuk mengantisipasi potensi gangguan, terutama karena terdapat kelompok pendukung dari pihak Jokowi maupun pihak Roy Suryo dan dokter Tifa.

Pada ring ketiga, petugas melakukan penyekatan terhadap kelompok massa menggunakan pembatas. Dua unit kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC) dan mobil penerangan juga disiagakan untuk membantu pengendalian situasi serta menyampaikan imbauan kepada masyarakat.

Sementara itu, ring kedua dibagi menjadi empat sektor dengan kapasitas keseluruhan 200 orang. Kuota tersebut dialokasikan secara berimbang, masing-masing 100 orang untuk pendukung Jokowi dan 100 orang bagi pendukung Roy Suryo serta dokter Tifa.

Pembatasan lebih ketat diberlakukan untuk memasuki ruang sidang utama. Polisi hanya menyediakan tempat bagi 80 orang dari kelompok pendukung, dengan pembagian masing-masing 40 orang untuk kedua kubu.

Sumber: disway dan harian disway