Bencana di Kabupaten Malang, 58 Rumah Terendam dan Jembatan Rusak
Polisi bersama masyarakat membersihkan tumpukan kayu dan sampah yang menyumbat jembatan agar aliran sungai kembali lancar-agsant/diswaymalang-
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Sejumlah akses penghubung antardesa di Kabupaten Malang terganggu setelah banjir dan tanah longsor terjadi di berbagai wilayah pada Senin (2/11/2026). Bencana yang dipicu hujan berintensitas sedang hingga tinggi tersebut tidak hanya mengancam permukiman, tetapi juga merusak infrastruktur dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Di Kecamatan Pagelaran, luapan Sungai Lesti sempat menggenangi jalan desa dan bangunan milik warga di Desa Kademangan. Sementara di Kecamatan Ampelgading, banjir Sungai Kedung Ondo merendam puluhan rumah dan lahan pertanian.
Dampak bencana juga menjalar ke Kecamatan Dampit, Sumbermanjing Wetan, Bantur, Tirtoyudo, Donomulyo, dan Turen. Sejumlah titik mengalami longsor, mulai dari kawasan permukiman hingga jalur penghubung antardesa. Namun, genangan sudah surut pada Selasa (2/11/2026).
Luapan Dua Sungai Rendam Permukiman
Di Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran, luapan Sungai Lesti memasuki dua warung dan satu rumah warga di Dusun Krajan, RT 01 RW 01. Air menggenangi bangunan hingga sekitar 20 sentimeter.
Tiga bangunan tersebut masing-masing milik Daim (62), Sukardi (64), dan Sukri (60). Peristiwa yang terjadi pada Senin pagi itu langsung mendapat penanganan dari personel Polsek Pagelaran bersama unsur TNI, pemerintah setempat, dan masyarakat.
Petugas bersama warga menemukan tumpukan kayu dan sampah yang menyumbat bagian bawah jembatan. Material tersebut kemudian dibersihkan untuk memperlancar aliran air.
Kasi Humas Polres Malang AKP M Budiono menjelaskan, kepolisian juga berkoordinasi dengan pengelola PJT Sengguruh untuk membuka pintu air guna membantu mengurangi debit Sungai Lesti.
Langkah pencegahan lainnya dilakukan dengan menghubungi PLN untuk pemadaman listrik sementara di sekitar lokasi genangan.
Penanganan berlangsung mulai pukul 08.36 WIB hingga 12.35 WIB. Setelah air surut, petugas dan warga membersihkan lumpur yang menutupi jalan desa agar akses transportasi kembali normal.
Budiono mengatakan keselamatan warga menjadi perhatian utama selama penanganan berlangsung. Masyarakat juga diminta menjauhi tepian sungai ketika debit air meningkat.
Berbeda dengan kondisi di Pagelaran, banjir di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, berdampak lebih luas terhadap permukiman dan pertanian.
BPBD Kabupaten Malang mencatat 58 rumah yang dihuni sekitar 168 jiwa terendam luapan Sungai Kedung Ondo. Genangan mencapai mata kaki, sedangkan lahan persawahan seluas sekitar 50 hektare turut terdampak.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menyebut kerugian sementara akibat banjir di Lebakharjo diperkirakan mencapai Rp200 juta. Nilai tersebut terutama berkaitan dengan kerusakan rumah warga.
Sumber:









