Kemendag Lirik Pasar Klojen Jadi Ruang Wirausaha Mahasiswa untuk Program Kampus Entrepreneur
Suasana Didalam Pasar Klojen--
KLOJEN, DISWAYMALANG.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuka peluang pengembangan program Kampus Entrepreneur bagi mahasiswa yang menjalankan usaha di pasar tradisional. Potensi tersebut ditemukan saat Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Kemendag Sri Sugy Atmanto mengunjungi Pasar Klojen, Kota Malang, Selasa (20/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kemendag menemukan sejumlah mahasiswa berjualan di pasar. Bahkan, ada yang menjalankan usaha untuk membantu membiayai kebutuhan kuliah.
BACA JUGA:Bakorwil III Malang Raih Terbaik IV Lomba Kebersihan Masjid dan Toilet OPD Jatim
Sri Sugy mengatakan, temuan itu akan disampaikan kepada pimpinan Kemendag untuk dipertimbangkan dalam pengembangan program Kampus Entrepreneur. “Itu nanti kita coba sampaikan ke pimpinan karena selama ini kita ada program Kampus Entrepreneur,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa yang berwirausaha di pasar tradisional menjadi peluang untuk memperluas jangkauan pendampingan usaha. Selama ini, program Kampus Entrepreneur berfokus pada pendampingan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Termasuk mahasiswa yang mulai merintis bisnis.
“Mahasiswa tidak harus selalu berorientasi mencari kerja. Bahkan sebelum lulus, mereka bisa mulai memiliki usaha sendiri,” jelasnya.
BACA JUGA:Atria Wedding Fair 2026 di Malang Catat Transaksi, 20 Vendor Ramaikan Pameran
Kemendag berharap model usaha mahasiswa di Pasar Klojen dapat dikembangkan di pasar tradisional lainnya di Kota Malang. Dengan dukungan program kewirausahaan, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh penghasilan selama kuliah. Tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Pedagang Sembako Berpotensi Jadi Mitra
Keberadaan mahasiswa yang berjualan di pasar juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi pedagang yang telah lebih dahulu menjalankan usaha di lokasi tersebut. Termasuk pedagang sembako.
BACA JUGA:Makam Sukun Malang Simpan Sejarah Kolonial, Penanda Makam dan Tulisan Nisan Mulai Hilang
Kalau ada pendampingan untuk mahasiswa yang berjualan di sini, tentu bagus. Mereka bisa belajar mengembangkan usaha, sementara pasar juga bisa lebih ramai.
"Yang penting, usaha mahasiswa dan pedagang lama bisa sama-sama berkembang,” kata Bambang, pedagang sembako di kios Pasar Klojen.
Jika dikembangkan melalui pendampingan dan kolaborasi, pasar tradisional berpotensi menjadi ruang praktik kewirausahaan bagi mahasiswa. Sekaligus mendukung aktivitas ekonomi lokal.
Sumber:









