90 Perajin Batik Tersebar di Kota Malang, APBKM Dorong Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif
Peringatan Hari Batik Nasional--
KLOJEN, DISWAYMALANG.ID — Potensi batik di Kota Malang dinilai cukup besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif. Asosiasi Perajin Batik Kota Malang (APBKM) memperkirakan terdapat sekitar 90 pengrajin yang tersebar di berbagai kelurahan.
Ketua APBKM Isa Wahyudi atau Ki Demang mengatakan, potensi tersebut perlu ditopang dengan pendataan yang lebih terstruktur. Pendataan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan dinilai penting agar pemerintah mengetahui jumlah pengrajin sekaligus kebutuhan mereka.
Menurut Ki Demang, data perajin dapat menjadi pijakan untuk menentukan program pembinaan, pelatihan, promosi hingga perluasan akses pasar. Dengan dukungan lintas-sektor, batik di Kota Malang diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya. Tetapi juga mampu memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Perajin batik Kota Malang ada sekitar 90. Mereka tersebar di masing-masing kelurahan,” ujar Ki Demang dalam rangkaian peringatan Hari Batik Nasional di kawasan Alun-Alun Kota Malang, Minggu (4/10/2026).

Pameran Batik Hasil Pengrajin. --halim.diswaymalang.id
Karena itu, ia mendorong pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan turut melakukan pendataan pengrajin batik yang berada di wilayah masing-masing. “Ini mohon Pak Camat, Ibu Camat juga bisa mencatat,” katanya.
Ki Demang menilai keberadaan sekitar 90 pengrajin menunjukkan bahwa batik memiliki potensi untuk menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif Kota Malang. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan yang berkelanjutan, mulai dari penguatan kapasitas perajin hingga perluasan pasar.
Ia juga mendorong kolaborasi antara pengrajin, komunitas, pemerintah, perguruan tinggi, perbankan, dan pelaku usaha agar pengembangan batik tidak berjalan sendiri-sendiri.
Kolaborasi tersebut salah satunya terlihat dalam rangkaian kegiatan Hari Batik Nasional yang digelar di kawasan Alun-Alun Kota Malang. Kegiatan tidak hanya menghadirkan pameran batik dan UMKM, tetapi juga workshop membatik yang melibatkan sekitar 300 peserta.

Ki Demang mengapresiasi para 90 pembatik di Kota Malang. --halim/diswaymalang.id
Universitas Brawijaya, khususnya Fakultas Ilmu Budaya, turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Selain itu, terdapat kegiatan kreatif berbasis permainan Roblox yang menjadi bagian dari upaya memperkenalkan batik melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.
BACA JUGA:Tips Makan Buah untuk Diet: Pilih Buah Utuh, Batasi Jus dan Perhatikan Porsi
Pameran juga didukung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang melalui penyediaan 10 stan untuk pelaku UMKM dan perajin batik.
Menurut Ki Demang, kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa pengembangan batik dapat dilakukan melalui kerja bersama berbagai pihak. APBKM juga mendapat dukungan dari Bank Indonesia dan Bank Jatim dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat dan ekonomi.
Sumber:


