2 tahun Disway Malang

Mahasiswi Pascasarjana UB Teliti Mikroplastik Biodegradable, Temuan Terbit di Jurnal Q1

Mahasiswi Pascasarjana UB Teliti Mikroplastik Biodegradable, Temuan Terbit di Jurnal Q1

Mahasiswi Pascasarjana FPIK UB Nur Aini Azizah Kaji Mikroplastik Biodegradable di BRIN melalui Program UB STARS--Prasetyaub

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID – Plastik biodegradable kerap dipandang sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan plastik konvensional. Namun, proses penguraiannya masih perlu diteliti untuk memastikan keamanannya bagi ekosistem perairan. Persoalan inilah yang dikaji Nur Aini Azizah, mahasiswi pascasarjana Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB).

Penelitian Aini membahas potensi toksisitas mikroplastik biodegradable terhadap mikroalga laut. Hasil riset tersebut dipublikasikan dalam jurnal internasional Ecotoxicology yang terindeks Scopus Q1 pada 2026.

Penelitian ini berawal dari proyek yang memperoleh dukungan pendanaan melalui program Universitas Brawijaya Student Academic Research Scheme (UB STARS).

Aini menjelaskan, penelitian mikroplastik selama ini banyak berfokus pada persebaran dan jenisnya. Sementara itu, dampak biologis dari hasil degradasi plastik biodegradable masih perlu dikaji lebih lanjut.

BACA JUGA: Tim Ekspedisi Patriot UB Kenalkan Kompor Biomassa dan Filter Air di Sorong

“Tujuan kami dalam proyek ini adalah untuk mengetahui apakah benar plastik biodegradable yang selama ini dipromosikan sebagai solusi dari plastik konvensional tersebut aman untuk ekosistem perairan,” ujar Aini dikutip dari laman resmi UB, Selasa (13/10/2026).

Uji Tiga Jenis Mikroalga selama 96 Jam

Dalam penelitian tersebut, Aini bersama tim menguji respons tiga jenis mikroalga laut terhadap air lindi (leachate) dari mikroplastik polipropilena biodegradable. Pengujian laboratorium dilakukan selama 96 jam.

Hasil pengujian lanjutan menunjukkan bahwa Chlorella sp. merupakan jenis mikroalga yang paling sensitif terhadap paparan air lindi tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa produk hasil degradasi plastik biodegradable tetap perlu diuji sebelum keamanannya bagi organisme perairan dapat dipastikan.

Meski demikian, penelitian ini masih terbatas pada kondisi laboratorium. Pengujian lanjutan diperlukan untuk memahami dampaknya dalam kondisi lingkungan yang lebih nyata.

Penelitian ini dilakukan melalui kolaborasi Aini dengan dosen pembimbingnya, Prof Ir Aida Sartimbul MSc PhD dari FPIK UB, serta Dr Ir Dwi Hindarti MSc, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

BACA JUGA: Hari Trombosis Sedunia 2026: 1 dari 4 Kematian terkait Pembekuan Darah, Simak Penelitian UM, UB, dan RSSAnelitian-um-ub-dan-rssa

Selama menjalani penelitian di BRIN, Aini mendapat pengalaman langsung dalam lingkungan kerja peneliti. Ia juga berkesempatan berinteraksi dengan mahasiswa dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi, termasuk peneliti internasional yang berkunjung. Pengalaman tersebut memperluas perspektifnya mengenai pendekatan dalam penelitian ilmiah.

Hasilkan Dua Publikasi Ilmiah

Sumber: prasetya.ub.ac.id

Berita Terkait