2 tahun Disway Malang

RT Berkelas di Malang Hasilkan Panen Lele, Warga Putar Keuntungan untuk Modal

RT Berkelas di Malang Hasilkan Panen Lele, Warga Putar Keuntungan untuk Modal

Hasilnya, kelompok tani gabungan empat RT tersebut telah memiliki tiga kolam dan mendapat bantuan 1.000 bibit ikan lele.--

KEDUNGKANDANG, DISWAYMALANG.ID – Program RT Berkelas di Kota Malang mulai menghasilkan kegiatan ekonomi produktif di tingkat masyarakat. Di Perumahan Puri Cempaka Putih, RW 06, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan KEDUNGKANDANG, empat RT menggabungkan anggaran untuk menjalankan program prioritas warga, salah satunya budidaya ikan.

Hasilnya, kelompok tani gabungan empat RT tersebut telah memiliki tiga kolam dan mendapat bantuan 1.000 bibit ikan lele. Panen perdana menghasilkan sekitar 50 kilogram lele yang seluruhnya terserap warga sekitar.

Ketua RW 06 Perumahan Puri Cempaka Putih Agung, mengatakan, budidaya ikan dipilih untuk menjawab kebutuhan warga sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.

“Program RT Berkelas berhasil mewujudkan cita-cita warga yang sebelumnya hanya menjadi angan-angan untuk memiliki budidaya ikan,” kata Agung, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan ikan, tetapi juga meningkatkan keterampilan warga dan membangun kemandirian ekonomi.

“Terutama untuk pengembangan SDM warga setempat. Kedua, untuk peningkatan ekonomi agar warga bisa mandiri,” ujarnya.

BACA JUGA:Ubed Ungkap Kunci Comeback Indonesia atas China: Semangat Alwi Farhan Jadi Pemantik

Pada panen perdana, sekitar 50 kilogram lele dijual dengan harga Rp26 ribu per kilogram. Hasil panen diprioritaskan untuk warga sekitar. Jika produksi melebihi kebutuhan lingkungan, ikan akan dipasarkan ke luar kawasan, termasuk melalui pedagang sayur keliling.

“Rata-rata hasil panen selalu habis dibeli oleh warga setempat,” terang Agung.

Pendapatan dari penjualan ikan tidak langsung dibagikan kepada anggota kelompok. Keuntungan diputar kembali sebagai modal untuk pembelian bibit, sementara sebagian lainnya dimasukkan ke kas kelompok tani.

“Keuntungan digunakan kembali sebagai modal untuk membeli bibit ikan. Sisa penghasilan dimasukkan untuk pemanfaatan kas kelompok tani,” jelasnya.

BACA JUGA:Pemkot Malang Buka Peluang Investor Bangun Parkir Terpusat di Suhat hingga Jalan Kawi

Warga juga memanfaatkan aliran air irigasi untuk mendukung budidaya ikan. Penggunaan sumber air tersebut dinilai lebih efisien dibandingkan mengandalkan air PDAM.

Sumber: