ITN Malang Garap 17 RDTR di 9 Daerah, Terbanyak Dipercaya Kementerian ATR/BPN
Kepala LPKU ITN Malang Dr Ir Ardiyanto Maksimilianus Gai ST MSi MM selaku pejabat penandatangan kontrak percepatan penyusunan RDTR secara swakelola dengan Kementerian ATR/BPN. -humas itn--
MALANG, DISWAYMALANG.ID - Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) mendapat kepercayaan besar dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di sejumlah wilayah Indonesia.
Dalam program bantuan teknis penyusunan materi teknis dan rancangan peraturan kepala daerah (Ranperkada) RDTR secara swakelola tahun anggaran 2026, ITN Malang memperoleh 7 paket pekerjaan dengan total 17 wilayah perencanaan atau RDTR.
Jumlah tersebut menjadi paket terbanyak yang diterima ITN Malang dibandingkan puluhan perguruan tinggi negeri dan swasta lain yang dilibatkan dalam program tersebut. Secara keseluruhan, Kementerian ATR/BPN melibatkan 40 perguruan tinggi, dengan rata-rata masing-masing memperoleh dua hingga tiga paket.
17 RDTR Tersebar di 9 Daerah
Tujuh paket yang dikerjakan ITN Malang mencakup wilayah di sembilan kabupaten/kota yang tersebar di enam provinsi.
Lokasinya meliputi Kabupaten Kuningan dan Kota Banjar di Jawa Barat; Kabupaten Pemalang di Jawa Tengah; Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep di Jawa Timur; Kabupaten Konawe Kepulauan di Sulawesi Tenggara; Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Nagekeo di Nusa Tenggara Timur; serta Kabupaten Pulau Morotai di Maluku Utara.
Kepala Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) ITN Malang Dr Ir Ardiyanto Maksimilianus Gai ST MSi MM mengatakan, kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kampus.
Menurut Ardiyanto yang juga menjadi pejabat penandatangan kontrak, ITN Malang harus memastikan seluruh paket menghasilkan dokumen RDTR sesuai standar yang ditetapkan Kementerian ATR/BPN.
Kontrak Ditandatangani September 2026
Kerja sama tersebut telah memasuki tahap pelaksanaan. Kontrak ditandatangani pada 23 September 2026, kemudian dilanjutkan kick-off meeting atau Bimbingan Teknis I pada 1 Oktober 2026.
Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada 23 Desember 2026. Untuk mengejar target tersebut, ITN Malang membentuk tim lintas disiplin yang melibatkan sejumlah bidang keahlian di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP).
Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) S-1 dipercaya menjadi team leader. Tim juga diperkuat akademisi dari Teknik Geodesi, Teknik Sipil, Teknik Lingkungan dan Arsitektur.
Sejumlah akademisi dan peneliti senior yang terlibat antara lain Dr Ir Ibnu Sasongko MT, Dr Ir Agustina Nurul Hidayati MT, Dr Agung Wicaksono ST MT, Dr Ir Ardiyanto Maksimilianus Gai ST MSi MM, Dr Mohammad Reza ST MURP, Ida Soewarni ST MT serta Arief Setiawan ST MT.
Diperkuat Analisis dan Pemodelan Spasial
Sumber: humas itn

