2 tahun Disway Malang

Jalur Tanjakan dan Turunan Kota Batu, Ini 7 Tips Aman Cegah Rem Blong saat Liburan

Jalur Tanjakan dan Turunan Kota Batu, Ini 7 Tips Aman Cegah Rem Blong saat Liburan

Suasana lalulintas di kawasan payung Kota Batu yang memiliki medan menanjak dan berkelok-Sholeh/Diswaymalang-

BATU, DISWAYMALANG.ID - Mengemudi di Kota Batu membutuhkan perhatian lebih dibanding melintasi jalan perkotaan yang relatif datar. Kontur perbukitan membuat wisatawan harus menghadapi kombinasi tanjakan, turunan panjang, tikungan dan perubahan kondisi jalan.

Karakter tersebut terasa di sejumlah akses wisata maupun jalur penghubung antarkawasan. Jalur Pacet-Cangar, misalnya, dikenal memiliki turunan panjang dan curam. Data kepolisian dan pemberitaan mengenai jalur tersebut menunjukkan risiko rem blong menjadi salah satu perhatian utama. Pada akhir 2025, Polres Mojokerto bersama relawan bahkan memperkuat jalur penyelamat di kawasan Gotekan untuk mengurangi fatalitas kecelakaan.

Pemkot Batu sendiri pada 2026 mengingatkan wisatawan agar memastikan kondisi mesin, rem dan ban sebelum berangkat, memantau rute serta cuaca, tidak memaksakan diri ketika lelah atau mengantuk, dan mematuhi rambu maupun arahan petugas.

Karena itu, perjalanan ke Kota Batu bukan hanya soal kemampuan mengemudi. Pengemudi juga perlu memahami cara menggunakan transmisi, mengatur kecepatan, menjaga jarak serta mengenali tanda-tanda sistem pengereman mulai bekerja terlalu berat.

BACA JUGA:Panduan Memilih Lokasi Outbound di Kota Batu, Sesuaikan Peserta hingga Fasilitas

Berikut panduan yang dapat diterapkan saat berkendara di jalur pegunungan Kota Batu.

1. Hadapi Tanjakan dengan Gigi yang Tepat

Kesalahan yang sering terjadi ketika menghadapi tanjakan adalah membiarkan transmisi berada pada gigi tinggi hingga kendaraan kehilangan tenaga.

Pada mobil manual, gunakan gigi rendah sesuai tingkat kemiringan dan kondisi kendaraan. Untuk mobil matik, manfaatkan mode transmisi rendah seperti L, 2 atau mode manual jika memang tersedia dan sesuai petunjuk kendaraan.

Tujuannya bukan sekadar membuat mesin lebih bertenaga, tetapi menjaga kendaraan tetap terkendali ketika menanjak.

Hindari memaksakan akselerasi secara agresif. Jaga jarak dengan kendaraan di depan sehingga tersedia ruang apabila kendaraan tersebut berhenti atau kehilangan momentum.

Jika harus berhenti di tanjakan, gunakan rem untuk menahan kendaraan. Pada mobil manual, hindari kebiasaan menahan mobil terlalu lama dengan setengah kopling karena dapat mempercepat panas dan keausan kopling.

BACA JUGA:10 Cara Mengusir Lalat dari Rumah, Bukan Cuma Dibasmi tapi Putus Sumbernya

2. Turunan Panjang Jangan Hanya Mengandalkan Rem

Sumber:

Berita Terkait