2 tahun Disway Malang

Suyudi Bicara Kritik Publik, Reformasi Polri dan Program 100 Hari sebagai Kapolri

Suyudi Bicara Kritik Publik, Reformasi Polri dan Program 100 Hari sebagai Kapolri

Komjen Pol. Suyudi Ario Seto dikerumuni wartawan usai Komisi III DPR menyetujui namanya secara aklamasi sebagai Kapolri menggantikan Jenderal (Pol.) Listyo Sigit Prabowo, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.--Tangkapan layar siaran TNR --

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Komjen Pol Suyudi Ario Seto memaparkan visi kepemimpinannya saat menjalani fit and proper test sebagai calon Kapolri di hadapan Komisi III DPR RI, Kamis 1 Oktober 2026. Dalam forum tersebut, ia mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi Polri.

Paparan Suyudi berlangsung ketika dirinya masih menjabat Kepala BNN dan berstatus sebagai calon Kapolri yang diajukan Presiden. Ia menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian serta memasukkan kritik dan keluhan publik sebagai bahan evaluasi institusi.

Suyudi juga memaparkan agenda yang mencakup situasi nasional, lingkungan strategis, capaian dan suara masyarakat, arah transformasi Polri, serta program 100 hari pertama dan keberlanjutan program hingga 2029.

“Polisi Bersama Masyarakat” Jadi Doktrin Kepemimpinan

Dalam fit and proper test tersebut, Suyudi secara langsung menyampaikan tema kepemimpinan yang akan dibawanya jika mendapat kepercayaan memimpin Polri.

BACA JUGA:Suyudi Ario Seto Disetujui Jadi Kapolri, Ini 9 PR Besar dan Rekam Jejaknya

“Tema yang saya usung adalah Polisi Bersama Masyarakat sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian,” kata Suyudi dalam forum Komisi III DPR.

Konsep tersebut menempatkan hubungan antara polisi dan masyarakat sebagai bagian penting dari transformasi institusi.

Suyudi tidak hanya berbicara mengenai penegakan hukum, tetapi juga bagaimana Polri mendengar kebutuhan dan suara masyarakat dalam menentukan arah pembenahan.

Kritik Publik Disebut sebagai Alarm Dini

Salah satu pernyataan penting Suyudi dalam fit and proper test berkaitan dengan kritik masyarakat terhadap Polri.

Menurut Suyudi, kritik dan keluhan yang disampaikan berdasarkan fakta tidak seharusnya ditutupi. Sebaliknya, masukan tersebut dapat menjadi sistem peringatan dini untuk mengetahui persoalan yang perlu segera diperbaiki.

“Kritik dan keluhan publik masih kita terima. Bagi saya, hal itu bukan sesuatu yang harus ditutupi,” kata Suyudi saat uji kelayakan di Komisi III DPR RI, Kamis 1 Oktober 2026.

Pandangan tersebut kemudian dikaitkan Suyudi dengan proses reformasi kepolisian yang menurutnya masih membutuhkan pembenahan pada berbagai aspek.

Sumber: disway dan berbagai sumber lainnya