2 tahun Disway Malang

Mitsubishi XForce Hybrid Dapat Mesin 1.600 cc, Tenaga Motor Listrik Capai 114 TK

Mitsubishi XForce Hybrid Dapat Mesin 1.600 cc, Tenaga Motor Listrik Capai 114 TK

Mitsubishi XForce Hybrid menggunakan mesin 1.600 cc dan motor listrik 114 TK. Simak perubahan mesin, torsi, rasio kompresi, serta fiturnya.-Yt A4 Automotive-Yt A4 Automotive

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Mitsubishi XForce Hybrid membawa perubahan teknis yang cukup besar pada sektor penggerak. Model ini menggunakan mesin 1.600 cc yang dikembangkan khusus untuk sistem hybrid dan dipadukan dengan motor listrik bertenaga 114 tenaga kuda.

Motor listrik pada Mitsubishi XForce Hybrid menghasilkan torsi 255 Nm. Sementara mesin bensinnya menyumbang tenaga 106 tenaga kuda dengan torsi 134 Nm.

Kombinasi tersebut menjadi bagian dari upaya Mitsubishi menghadirkan sistem penggerak hybrid pada SUV crossover lima penumpang. Di saat yang sama, Mitsubishi berusaha mempertahankan karakter berkendara XForce agar tidak berubah terlalu jauh dibandingkan versi bermesin bensin.

Salah satu caranya adalah menjaga tambahan bobot akibat sistem hybrid tetap minimal. Langkah tersebut dilakukan karena sistem elektrifikasi membawa komponen tambahan yang berpotensi memengaruhi karakter pengendalian kendaraan.

Rasio Kompresi Mesin Ikut Berubah

Selain menggunakan mesin khusus untuk sistem hybrid, Mitsubishi XForce Hybrid memiliki rasio kompresi 14,1.

Angka tersebut meningkat cukup jauh dibandingkan XForce bermesin bensin biasa yang disebut memiliki rasio kompresi 10,1. Perubahan ini menjadi salah satu bagian dari karakter mesin yang digunakan pada sistem hybrid.

Kapasitas mesin tetap berada di angka 1.600 cc. Namun, sistem penggeraknya kini memanfaatkan kombinasi mesin bensin dan motor listrik untuk menghasilkan karakter performa yang berbeda.

Motor listrik memberikan torsi 255 Nm, sedangkan mesin bensin menghasilkan torsi 134 Nm. Perbedaan tersebut menjadi salah satu aspek yang membuat sistem penggerak XForce Hybrid berbeda dari versi ICE.

Mitsubishi juga tetap mempertahankan pilihan XForce bermesin pembakaran internal di samping varian hybrid. Dalam pembahasan tersebut, varian ICE yang disebut adalah Exceed, Ultimate, dan Ultimate Premium.

Sementara itu, versi hybrid hadir dalam varian Hybrid Premium. Seluruh varian yang disebut menggunakan transmisi CVT.

Bobot dan Pengendalian Jadi Perhatian

Penerapan teknologi hybrid tidak hanya berkaitan dengan tenaga dan efisiensi. Mitsubishi juga memperhatikan dampaknya terhadap karakter pengendalian.

Karena mendapatkan tambahan komponen sistem hybrid, bobot kendaraan berpotensi bertambah. Namun, Mitsubishi disebut berupaya membuat tambahan bobot tersebut seminimal mungkin.

Tujuannya agar sensasi mengemudi XForce Hybrid tetap memiliki karakter yang tidak jauh berbeda dari XForce bermesin bensin.

Aspek pengendalian juga didukung fitur Active Yaw Control. Fitur tersebut disebut membantu membuat handling kendaraan lebih stabil.

Sumber: yt a4 automotive