2 tahun Disway Malang

BYD M6 Classic Punya Dua Karakter, Bisa Jadi Mobil Listrik Harian hingga Hybrid

BYD M6 Classic Punya Dua Karakter, Bisa Jadi Mobil Listrik Harian hingga Hybrid

BYD M6 Classic diuji dalam mode EV dan hybrid. Mobil mampu menempuh 42 km dengan listrik dan mencatat 19,55 km per liter tanpa baterai-Yt Ridwan Hanif-Yt Ridwan Hanif

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - BYD M6 Classic membuktikan dirinya tetap bisa digunakan tanpa mengandalkan baterai listrik. Dalam pengujian, mobil plug-in hybrid tersebut mampu mencatat konsumsi sekitar 19,55 km per liter ketika digunakan dalam mode hybrid tanpa baterai yang diisi ulang.

Pengujian BYD M6 Classic dilakukan untuk melihat seberapa jauh kemampuan mobil tersebut ketika baterainya tidak lagi digunakan. Sebelumnya, mobil ini juga diuji dalam mode listrik dan mampu menempuh sekitar 42 kilometer sebelum sistem beralih menggunakan mesin bensin.

Angka tersebut membuat kemampuan elektrifikasi BYD M6 Classic cukup menarik untuk penggunaan harian. Dengan jarak tempuh sekitar 20 kilometer per hari untuk aktivitas seperti mengantar dan menjemput anak serta perjalanan ke pusat kebugaran, penggunaan mesin bensin bisa diminimalkan selama mobil rutin diisi daya.

BYD M6 Classic sendiri dibekali baterai sekitar 7 kWh. Dalam kondisi baterai terisi, mobil dapat digunakan dalam mode EV hingga sekitar 40 kilometer. Berbeda dengan varian Cross yang memiliki baterai lebih besar dan kemampuan EV hingga sekitar 100 kilometer.

Namun, varian Classic belum dilengkapi kemampuan fast charging. Pengisian daya dapat dilakukan menggunakan portable charger yang disebut memiliki daya sekitar 2.400 watt pada 240 volt.

Konsumsi bensin BYD M6 Classic

Setelah baterai digunakan sampai batas yang membuat sistem beralih ke mode hybrid, pengujian dilanjutkan dengan perjalanan yang lebih jauh. Pada salah satu titik, mobil mencatat konsumsi sekitar 4,1 liter untuk jarak 68 kilometer atau sekitar 16,6 km per liter.

Setelah perjalanan dilanjutkan hingga total 133 kilometer, konsumsi bahan bakar tercatat 6,8 liter. Jika dihitung berdasarkan jarak dan bahan bakar tersebut, hasilnya sekitar 19,55 km per liter.

Hasil itu menunjukkan BYD M6 Classic tetap tergolong irit meskipun tidak menggunakan tenaga listrik dari baterai yang sebelumnya diisi ulang.

Catatan tersebut juga menjadi pembanding terhadap klaim konsumsi 65 km per liter yang tertera pada unit. Angka tersebut dinilai tidak bisa dibaca secara sederhana sebagai konsumsi bensin dalam seluruh kondisi berkendara karena pengujian melibatkan baterai yang terisi penuh.

Dalam penggunaan sehari-hari, jarak tempuh dan kondisi baterai akan sangat memengaruhi angka konsumsi. Bahkan, ketika digunakan dalam mode EV, konsumsi bensin tercatat 0 liter selama sekitar 40 kilometer pengujian.

Fitur lebih sederhana, tetapi tetap lengkap

Dari sisi fitur, BYD M6 Classic memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan varian Cross. Eksteriornya lebih sederhana, termasuk desain lampu, pelek 16 inci, serta tidak adanya overfender.

Varian Dynamic yang diuji juga memiliki kamera 360 derajat, sementara versi standar hanya mendapatkan kamera mundur. Di dalam kabin, material yang digunakan didominasi plastik keras, tetapi konstruksinya dinilai cukup solid.

Head unitnya berukuran lebih kecil dibandingkan varian Cross, tetapi sudah mendukung Android Auto dan Apple CarPlay secara nirkabel. Mobil ini juga tetap memiliki cruise control, meski belum menggunakan sistem adaptif.

Dari sisi kenyamanan, suspensi BYD M6 Classic dinilai masih terasa cukup keras. Peredaman kabin juga disebut belum sebaik varian Cross, terutama dari suara yang berasal dari area kolong dan sisi kendaraan.

Sumber: yt ridwan hanif

Berita Terkait