ISoLEC 2026 UM Terima 89 Abstrak, Peserta dari Indonesia hingga Kazakhstan
Fakultas Sastra UM Menggelar International Seminar on Language, Education, and Culture (ISoLEC) 2026 --
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID—Forum akademik bidang bahasa, pendidikan, dan seni kembali mempertemukan peneliti dari berbagai daerah dan negara. International Seminar on Language, Education, and Culture (ISoLEC) 2026 yang digelar Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) mencatat 89 abstrak dalam penyelenggaraan edisi ke-10.
Dari jumlah tersebut, sekitar 60 peserta telah mengonfirmasi pengiriman full paper untuk dibahas dalam forum internasional yang berlangsung secara virtual pada 10–11 September 2026. Pesertanya tidak hanya berasal dari berbagai kota di Indonesia, tetapi juga mencakup akademisi dari luar negeri.
ISoLEC 2026 mengusung tema “Sustainable Innovation in Language, Education, and the Arts: Pathways to Inclusive Global Futures”. Tahun ini, aspek inklusivitas menjadi salah satu penekanan utama, seiring tantangan pendidikan, bahasa dan seni yang semakin beragam di tengah perubahan global.
Ketua Pelaksana ISoLEC 2026 Dr Dewi Ariani SS SPd MPd mengatakan aspek inklusivitas menjadi penekanan utama dalam forum akademik tahun ini.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya tetap berbicara tentang bahasa, pendidikan, dan seni karena memang kami dari Fakultas Sastra, tetapi tahun ini kami lebih menekankan pada aspek inklusif,” jelas Dewi.
Menurut Dewi, perspektif inklusif diperlukan agar bahasa, pendidikan, dan seni dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi berbagai kelompok masyarakat.
ISoLEC juga diarahkan menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik melalui riset dan publikasi.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat mendorong riset, kolaborasi, serta publikasi terhadap ide dan hasil penelitian yang dimiliki oleh mahasiswa, dosen, kolega, maupun peneliti,” ujarnya.
BACA JUGA:Disaksikan Ribuan Penonton, Como Buka Liga Champions dengan Kemenangan 4-1
Peserta dari Sejumlah Daerah hingga Kazakhstan
Dewi menyebut peserta ISoLEC 2026 tidak hanya berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri. Beberapa peserta berasal dari Medan, Jakarta, sejumlah wilayah di Jawa Timur, hingga Kazakhstan.
“Pesertanya tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga ada dari luar negeri. Kami menerima partisipasi dari berbagai provinsi, mulai dari Medan, Jakarta, beberapa wilayah di Jawa Timur, dan ada juga peserta dari Kazakhstan,” tutur Dewi.
Jumlah naskah yang masuk menunjukkan isu bahasa, pendidikan, budaya, dan seni masih mendapat perhatian dari kalangan akademisi, sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan lintas daerah dan negara.
BACA JUGA:Empat Pemain Cetak Gol, Como Bikin RB Leipzig Tak Berkutik di Liga Champions
Dorong Forum Tetap Relevan dengan Perkembangan Digital
Sumber:


