2 tahun Disway Malang

Putri Lulusan Sekolah Rakyat Raih Beasiswa Kuliah di Universitas Ary Ginanjar

Putri Lulusan Sekolah Rakyat Raih Beasiswa Kuliah di Universitas Ary Ginanjar

Sempat putus sekolah karena keterbatasan biaya, Putri (19), lulusan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 53 Pontianak, kini mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke Universitas Ary Ginanjar (UAG) ESQ Business Schoo-Dok. Kemensos---

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID–Jalan pendidikan Putri sempat terhenti ketika kondisi ekonomi keluarga membuatnya tak mampu meneruskan sekolah. Kini, perempuan berusia 19 tahun itu justru bersiap memasuki perguruan tinggi setelah lulus dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 53 Pontianak.

Putri diterima sebagai mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Ary Ginanjar (UAG) untuk Tahun Akademik 2026/2027 melalui jalur beasiswa. Kesempatan tersebut menjadi kelanjutan dari pendidikan yang kembali ditempuhnya setelah sebelumnya putus sekolah saat duduk di kelas II SMK.

Kisah Putri disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam acara Wisuda ke-10 dan Welcoming Reception ke-14 UAG ESQ Business School di Menara 165 Jakarta Selatan, Rabu 9 September 2026. Perjalanan Putri disebut menjadi salah satu gambaran bagaimana Sekolah Rakyat diarahkan bukan hanya untuk mengembalikan anak ke bangku sekolah, tetapi juga membuka jalan menuju pendidikan tinggi dan masa depan yang lebih baik.

Sempat Putus Sekolah karena Keterbatasan Biaya

Gus Ipul mengatakan Putri sebelumnya bersekolah di SMK hingga kelas II. Namun, keterbatasan biaya membuatnya tidak mampu melanjutkan pendidikan ke kelas III.

“Putri ini adalah salah satu contoh siswa yang putus sekolah. Dia sekolah di SMK karena kekurangan biaya, di kelas II untuk naik kelas III dia putus sekolah,” kata Gus Ipul.

Putri kemudian memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat. Selama menjalani pendidikan, ia juga mengikuti pemetaan Talent DNA untuk mengenali potensi dan karakter yang dimilikinya.

Menurut Gus Ipul, pemetaan tersebut membantu guru memahami potensi siswa sehingga proses pendampingan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan karakter masing-masing.

“Alhamdulillah ada Sekolah Rakyat, bisa ikut, (lalu) ikut test DNA talent, dibimbing setahun, kemudian dia bisa diterima di Universitas Ary Ginanjar. Jadi ini menjadi sangat penting buat Sekolah Rakyat agar bisa mengantarkan lulusannya menjadi agen-agen perubahan,” ujarnya.

Anak Penjaga Makam Dapat Kesempatan Kuliah

Gus Ipul menilai perjalanan Putri menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga tidak seharusnya menjadi penghalang untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

Ayah Putri diketahui bekerja sebagai penjaga makam. Dengan kondisi tersebut, keluarga Putri masuk dalam kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan agar anaknya tetap memiliki kesempatan mengembangkan pendidikan dan kemampuan.

“Ayahnya seorang penjaga makam. Sekarang sudah punya kesempatan, dapat beasiswa, karena Putri kapasitasnya, kemampuannya bisa diketahui sejak dini. Ini yang istimewa,” kata Gus Ipul.

Menurutnya, keberlanjutan pendidikan seperti yang dialami Putri menjadi bagian penting dari upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Putri Sempat Ragu Masuk Sekolah Rakyat

Putri mengaku sempat ragu ketika mendapat kesempatan masuk Sekolah Rakyat. Saat itu, ia ingin membantu perekonomian keluarganya.

Namun, sang ibu mendorong Putri untuk kembali bersekolah karena pendidikan dinilai dapat membuka peluang masa depan yang lebih baik.

Sumber:

Berita Terkait