2 tahun Disway Malang

Bromo-Semeru Berkabut, Arjuno-Welirang hingga 29°C, Laut Malang Gelombang 2,5 Meter

Bromo-Semeru Berkabut, Arjuno-Welirang hingga 29°C, Laut Malang Gelombang 2,5 Meter

Cuaca pegunungan sekitar Malang serta perairan Malang Selatan, Jumat (11/9/2026) har ini. -Ilustrasi: AI--

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Cuaca di kawasan pegunungan yang mengelilingi Malang hari ini, Jumat 11 September 2026, masih menunjukkan karakter khas dataran tinggi pada musim kemarau. Sejumlah lereng diprakirakan mengalami kabut/asap dan udara kabur, sementara suhu pagi dapat turun cukup rendah.

Kondisi tersebut terutama terlihat di kawasan Bromo-Tengger-Semeru, Arjuno-Welirang, serta Butak-Panderman-Kawi. Tidak semua titik memiliki prakiraan hujan; sejumlah wilayah justru didominasi kabut, udara kabur, atau berawan.

Di sisi selatan, kondisi berbeda terjadi di laut. Perairan Malang diprakirakan mengalami awan tebal sepanjang hari, dengan suhu sekitar 25 derajat Celsius dan kelembapan 87–91 persen. Tinggi gelombang berada sekitar 2,2–2,5 meter, sehingga perlu menjadi perhatian nelayan dan pengguna perahu kecil.

Bromo-Tengger-Semeru: Kabut dan Udara Dingin

Kawasan Bromo-Tengger-Semeru menjadi salah satu wilayah yang paling menonjol karena suhu rendah dan kondisi berkabut.

Di sekitar Sukapura, kawasan akses menuju Bromo, BMKG memprakirakan kabut/asap dengan suhu sekitar 14–21 derajat Celsius. Sementara kawasan lereng Semeru di sekitar Poncokusumo juga diprakirakan mengalami kabut/asap, dengan suhu 15–22 derajat Celsius dan kelembapan sekitar 71–95 persen.

Dengan kondisi tersebut, tidak ada indikasi potensi hujan yang menonjol pada titik-titik tersebut hari ini. Kabut justru menjadi fenomena cuaca yang lebih dominan.

Arjuno-Welirang: Lereng Berkabut hingga Udara Kabur

Kawasan Arjuno-Welirang yang mencakup sejumlah lereng di Malang bagian utara dan barat diprakirakan mengalami kondisi kabut/asap hingga udara kabur.

Di Karangploso, suhu berada pada kisaran 16–26 derajat Celsius dengan kelembapan 50–98 persen dan kondisi kabut/asap. Sementara Lawang diprakirakan mengalami udara kabur dengan suhu 18–29 derajat Celsius dan kelembapan 47–97 persen.

Wilayah Dau juga diprakirakan berkabut/asap, dengan suhu 17–26 derajat Celsius serta kelembapan 54–99 persen.

Artinya, kawasan lereng Arjuno-Welirang cenderung tidak menunjukkan potensi hujan yang dominan, tetapi jarak pandang dapat terasa berkurang pada titik yang berkabut atau udara kabur.

Butak-Panderman-Kawi: Dingin, Kabut hingga Udara Kabur

Kawasan Butak-Panderman-Kawi juga masih didominasi kondisi khas dataran tinggi.

Di sekitar Wagir dan Dau, yang berada di kawasan lereng Butak, cuaca diprakirakan kabut/asap. Wagir memiliki suhu sekitar 19–28 derajat Celsius dengan kelembapan 50–98 persen, sedangkan Dau berada pada kisaran 17–26 derajat Celsius dengan kelembapan 54–99 persen.

Sementara kawasan sekitar Wonosari dan Ngajum, yang berada di sisi Gunung Kawi, cenderung berawan hingga udara kabur. Wonosari memiliki suhu 20–29 derajat Celsius dengan kelembapan 49–99 persen, sedangkan Ngajum sekitar 20–29 derajat Celsius dengan kelembapan 50–98 persen.

Tidak terlihat potensi hujan yang dominan pada titik-titik tersebut. Kondisi yang lebih menonjol adalah kabut/asap dan udara kabur, terutama pada kawasan dengan kelembapan tinggi.

Panderman dan Batu: Suhu Rendah, Kabut Masih Dominan

Sumber: bmkg

Berita Terkait